1
1

Permata Bank (BNLI) Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp163,3 Triliun di 2025

Gedung Permata Bank. | Foto: Permata Bank

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank mencatat penyaluran kredit meningkat 5,5 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp163,3 triliun pada periode Desember 2025 dibandingkan dengan periode Desember 2024.

“Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pertumbuhan dari segmen korporasi yang naik 11,2 persen YoY menjadi Rp99,6 triliun,” kata Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli, dikutip dari keterangan resminya, di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Hal ini disertai dengan kualitas kredit yang tetap terjaga baik dan sehat dengan rasio NPL Gross dan Loan at Risk (LAR) masing-masing berada pada level 2,1 persen dan 4,3 persen dibandingkan dengan posisi rasio di 2,1 persen dan 5,5 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam menjaga kebutuhan pencadangan atas potensi penurunan kredit secara konservatif, Permata Bank secara konsisten menjaga rasio-rasio NPL Coverage dan LAR Coverage yang memadai, masing-masing di level 356 persen dan 171 persen.

“Permata Bank juga proaktif melakukan upaya restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset dalam melakukan penyelesaian kredit bermasalah,” jelasnya.

|Baca juga:Permata Bank (BNLI) Bukukan Laba Rp3,6 Triliun di 2025

|Baca juga: BTN (BBTN) Berencana Akuisisi Asuransi Binagriya Upakara, Begini Kata OJK!

Sementara struktur permodalan termasuk rasio CAR dan CET-1 pada akhir 2025 tercatat masing-masing sebesar 34,6 persen dan 26,6 persen. Ia mengaku rasio permodalan Permata Bank saat ini merupakan salah satu yang terkuat di antara bank-bank umum komersial terbesar di Indonesia.

“Permodalan yang kuat ini menjadi salah satu kunci utama untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa depan, baik secara organik maupun anorganik,” tukasnya.

Di sisi lain, Permata Bank membukukan laba setelah pajak sebesar Rp3,6 triliun pada akhir 2025. Total pendapatan tercatat tumbuh 3,8 persen menjadi Rp12,6 triliun, terutama dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan non bunga yang signifikan sebesar 34,1 persen menjadi Rp2,6 triliun.

|Baca juga: Begini Penjelasan Alam Sutera (ASRI) tentang Belum Perbarui Data Pemilik Manfaat

|Baca juga: Perusahaan Asuransi Bermasalah Takkan Langsung Dilikuidasi Usai Lembaga Penjamin Polis Terbentuk

Sedangkan penyaluran kredit meningkat 5,5 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp163,3 triliun, diiringi kualitas kredit yang terjaga stabil dengan rasio NPL Gross pada level 2,1 persen. Permata Bank terus fokus pada penguatan keunggulan kompetitif, memperdalam hubungan dengan nasabah, dan mendorong profitabilitas berkelanjutan.

Meliza M. Rusli menjelaskan di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan Indonesia sepanjang 2025, Permata Bank terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin, prudent, dan konsisten menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap rencana dan keputusan.

“Kinerja kami mencerminkan fundamental yang resilien terlihat dari pertumbuhan pendapatan, kualitas aset yang terjaga, serta komitmen untuk terus memperkuat kepercayaan nasabah,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BTN (BBTN) Berencana Akuisisi Asuransi Binagriya Upakara, Begini Kata OJK!
Next Post Salurkan Bansos Rp15,1 Triliun, Bank Mandiri (BMRI) Jangkau Lebih 7,45 Juta Penerima di 2025

Member Login

or