Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank memproyeksikan pertumbuhan kredit konsumer perseroan sekitar 10 persen pada 2026. Proyeksi tersebut sejalan dengan tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia yang dinilai mulai memberikan ruang pemulihan daya beli dan permintaan pembiayaan.
“Untuk konsumer kredit, kami tetap optimistis ya, jadi kami memproyeksikan itu pertumbuhan kurang lebih sekitar 10 persen, tapi berbeda-beda ya tergantung dari masing-masing segmen secara umumnya,” kata Division Head Consumer Lending Permata Bank Haryanto, di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.
“Dan untuk dari sisi layanan dan lain sebagainya, secara umum kami merasa dan menilai bahwa tahun ini seharusnya lebih baik dari tahun lalu secara umum,” tambahnya.
Optimisme tersebut muncul di tengah kebijakan moneter yang relatif akomodatif. Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate pada level 4,75 persen pada Desember 2025, dengan sebelumnya memangkas suku bunga sebanyak lima kali sepanjang 2025, masing-masing sebesar 25 basis poin.
Dengan demikian, sepanjang 2025, BI tercatat menahan BI-Rate sebanyak tujuh kali, sementara kebijakan pelonggaran moneter telah dilakukan pada Januari, Mei, Juli, Agustus, dan September 2025. Selain BI-Rate, bank sentral juga menahan suku bunga deposit facility di level 3,75 persen serta lending facility sebesar 5,50 persen.
|Baca juga: Bahlil Berencana Hentikan Impor Solar Usai RDMP Balikpapan Beroperasi
|Baca juga: Asuransi Kredit Pindar Berskema Konsorsium, Bos AAUI: Fondasi Utama untuk Pengelolaan Risiko!
|Baca juga: Pengamat Yakin POJK Baru Asuransi Kesehatan Mampu Tekan Rasio Klaim Jadi 50%
Dari sisi segmen, Permata Bank melihat peluang pertumbuhan tidak hanya datang dari kredit konsumer ritel, tetapi juga dari segmen pengusaha kecil dan menengah atau Small and Medium Enterprises (SME) yang diperkirakan mencatat kinerja lebih baik pada 2026.
Selain itu, produk kartu kredit dan pinjaman pribadi diproyeksikan tetap menunjukkan tren positif pada tahun ini. Pertumbuhan juga diharapkan berlanjut pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) serta kredit kendaraan bermotor, seiring perbaikan sentimen konsumen dan stabilitas suku bunga.
Sebagai gambaran kinerja, hingga kuartal III/2025, penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 5,4 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp158,9 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kredit tersebut terutama ditopang oleh segmen Korporasi yang meningkat 8,2 persen (YoY) menjadi Rp93,9 triliun serta segmen Komersial yang tumbuh 10,4 persen (YoY) menjadi Rp20,9 triliun.
Dari sisi kualitas aset, Permata Bank mencatat rasio kredit bermasalah tetap terjaga. NPL Gross dan Loan at Risk (LAR) masing-masing berada di level 2,1 persen dan 7,0 persen, membaik dibandingkan dengan LAR 8,0 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Perseroan juga menyiapkan pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage Ratio mencapai 351 persen dan LAR Coverage Ratio sebesar 107 persen. Selain itu, bank secara konsisten melakukan restrukturisasi, litigasi, serta penjualan aset sebagai bagian dari upaya penyelesaian kredit bermasalah.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
