1
1

Permata Bank (BNLI) Perkuat Unit Usaha Syariah, Siap Spin-Off?

Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank Rudy Basyir Ahmad. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank berfokus untuk terus memperkuat Unit Usaha Syariah (UUS) agar nantinya bisa dilepas dari induk usaha atau melakukan spin-off. Salah satu yang dilakukan yakni mengusung nilai ‘Syariah untuk Semua’.

“Jadi fokus kami sekarang adalah memperkuat sisi syariah kita. Bagaimana kita bisa memperkuat dari sisi neracanya,” kata Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank Rudy Basyir Ahmad, dalam konferensi pers usai public expose Permata Bank, di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.

Selain itu, lanjutnya, bagaimana bisa memperkuat dari sisi pelayanan dasar dan yang terpenting adalah bagaimana Permata Bank Syariah bisa menggarap sebuah segmen yakni Syariah untuk Semua. Hal itu penting dalam rangka memperbesar skala bisnis di masa mendatang.

|Baca juga: OJK Waspadai Praktik Pialang Asuransi Tanpa Izin di Industri

|Baca juga: Permata Bank Cetak Kinerja Positif di 2025: Kredit Tembus Rp163,3 Triliun

“Karena sekarang itu adalah motto kami yakni Syariah untuk Semua. Jadi ke depannya itu kita akan terus fokus untuk memperkuat syariahnya sejalan dengan pertumbuhan banknya,” jelasnya.

Menurutnya, hal itu penting agar ketika waktunya tiba untuk melakukan aksi korporasi berupa spin-off maka kesiapan sudah matang dan menyeluruh. “Sehingga ketika nanti pada saatnya sudah menuju threshold spin-off kita sudah jauh lebih ready dan lebih kuat pada saatnya,” tegasnya.

|Baca juga: Federal International Finance Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi, Berikut Lengkapnya!

Lebih lanjut, ia menegaskan, Permata Bank Syariah disiapkan untuk mampu tumbuh berkelanjutan di masa mendatang. “Kalau dilihat dari sisi syariah, kita juga sesuaikan dengan pertumbuhan yang kami memastikan adalah pertumbuhan itu adalah pertumbuhan yang sustainability,” ucapnya.

Di sisi lain, kontribusi Permata Bank Syariah menunjukkan hal positif. Sepanjang 2025, Permata Bank Syariah mencatat laba operasional sebelum provisi sebesar Rp785,3 miliar, tumbuh 8,1 persen secara tahunan (YoY).

“Pertumbuhan ini didukung dengan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang tumbuh mencapai 6,4 persen YoY dan konsistensi pengendalian biaya dengan baik,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post KB Bank (BBKP) Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi untuk Akselerasi Transformasi
Next Post Ekonom Permata Bank: Pimpinan Baru OJK Harus Segera Pulihkan Kepercayaan Pasar

Member Login

or