1
1

Permata Bank (BNLI) Tak Ubah Fokus Bisnis 2026 Meski Ekonomi Global Penuh Tantangan

Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank Rudy Basyir Ahmad. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank menegaskan tidak mengubah struktur atau segmen bisnis pada tahun ini. Meski demikian, faktor ketidakpastian global yang imbasnya memengaruhi perekonomian Indonesia terus dipantau untuk diminimalisir risikonya.

“Untuk fokus segmen di Permata Bank tidak ada perubahan. Kita akan tetap fokus di segmen korporasi, komersial, maupun konsumer,” kata Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank Rudy Basyir Ahmad, dalam konferensi pers usai public expose Permata Bank, di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.

|Baca juga: Persiapan Penjaminan Polis Asuransi Dikebut, Bos LPS Sebut Kesiapan Sudah 80%

|Baca juga: LPS Siapkan 2 Skenario Penjaminan Polis, Aktivasi Bisa Dimulai di 2027

Akan tetapi, lanjutnya, Permata Bank terus memantau kondisi makroekonomi. Ia tidak menampik situasi makroekonomi Indonesia berpeluang membuat Permata Bank melakukan penyesuaian terhadap segmen bisnis yang ada pada tahun ini.

“Mungkin faktanya adalah kita juga harus melihat kondisi makronya. Sejalan dengan kondisi marko tentu kita akan adjust, tergantung bagaimana kondisi masing-masing segmen. Kalau tahun lalu kita bisa report segmen konsumer kita melihat kondisinya mulai banyak tantangan ya sehingga cukup selektif,” tegasnya.

|Baca juga: Ajaib Tekankan Penguatan Edukasi untuk Investor saat Konflik Timur Tengah Membara

Ia menambahkan sejumlah tantangan yang muncul di 2026 terus dicermati Permata Bank, mulai dari kondisi perekonomian Indonesia hingga geopolitik yang bergejolak terutama di Timur Tengah. Kesemuanya perlu direspons secara optimal untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tahun ini.

“Kalau dari sisi Permata Bank itu sangat menganut kehati-hatian, sangat prudent. Jadi kita akan terus memperkuat dari sisi risk management dan prudensial penyaluran kerdit,” ucapnya.

Sementara penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 5,5 persen YoY menjadi Rp163,3 triliun pada 2025, dengan kontribusi utama dari segmen korporasi yang meningkat 11,2 persen YoY menjadi Rp99,6 triliun. Kualitas kredit tetap terjaga stabil dengan rasio NPL Gross di level 2,1 persen dan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 6,3 persen.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Persiapan Penjaminan Polis Asuransi Dikebut, Bos LPS Sebut Kesiapan Sudah 80%
Next Post Allianz Syariah Gelar Kegiatan Ramadan, Wujudkan Semangat Berbagi Kebaikan Penuh Keyakinan

Member Login

or