1
1

Permata Bank Nilai Suku Bunga Kredit Perbankan Berpeluang Turun Bertahap

Head of Macroeconomics and Market Research Permata Bank Faisal Rachman. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – Keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen dinilai sebagai langkah untuk menjaga stabilitas, khususnya nilai tukar rupiah. Meski demikian, peluang penurunan suku bunga masih ada, hanya saja tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

Head of Macroeconomics and Market Research Permata Bank Faisal Rachman mengatakan pada tahun lalu kebijakan BI cenderung mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, sejak akhir tahun hingga Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2026, arah kebijakan lebih difokuskan untuk menjaga stabilitas.

|Baca juga: Ekonom Permata Bank Beberkan 4 Risiko Global yang Berdampak ke Ekonomi RI

“Untuk jangka pendek memang lebih fokus ke stabilitas. Tapi kebijakan makroprudensialnya tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan,” kata Faisal, dalam Media Briefing PIER Economic Review 2025, Jumat, 20 Februari 2026.

Menurut dia, BI sebenarnya sudah cukup agresif menurunkan suku bunga sejak tahun lalu. Namun, dampaknya ke sektor perbankan belum sepenuhnya terasa. Karena itu, BI kini fokus agar penurunan suku bunga acuan bisa lebih cepat dirasakan oleh perbankan dan pelaku usaha.

|Baca juga: Sah! Ini Susunan Dewan Pengawas dan Direksi Baru BPJS Kesehatan 2026-2031

Di sisi lain, Faisal mengatakan, suku bunga acuan juga digunakan untuk menjaga rupiah agar tidak melemah terlalu dalam. Karena itu, meski masih ada ruang penurunan suku bunga, BI dinilai tidak akan terburu-buru memangkasnya.

Permata Bank melihat masih ada peluang suku bunga kredit turun. Namun, penurunannya akan bertahap. Bank tidak bisa langsung menurunkan suku bunga kredit hanya karena BI rate turun. Perbankan tetap harus selektif memilih debitur yang sehat dan punya prospek usaha yang jelas.

Faisal menjelaskan faktor permintaan kredit sangat menentukan. Jika konsumsi masyarakat membaik dan terus terjaga maka pelaku usaha akan lebih percaya diri untuk ekspansi. Saat bisnis mulai ekspansi, permintaan kredit bakal meningkat dan bank pun lebih yakin untuk menyalurkan pembiayaan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Sah! Ini Susunan Dewan Pengawas dan Direksi Baru BPJS Kesehatan 2026-2031
Next Post Panin Dai-ichi Life Bayar Klaim Rp5,5 Miliar di Bandung

Member Login

or