1
1

Permata Bank Perkuat Komitmen untuk Dukung Ekonomi Sirkular dan UMKM Berkelanjutan

Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli (kanan depan) resmi membuka Permata Eco Fair 2026, didampingi oleh Chief of Corporate Affair & Sustainability Permata Bank Katharine Grace (kiri depan) beserta manajemen Permata Bank dan pembicara dalam Permata Eco Fair 2026. | Foto: Permata Bank

Media Asuransi, JAKARTA – Permata Bank terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Hal itu dilakukan melalui berbagai inisiatif yang mendorong praktik ekonomi hijau, ekonomi sirkular, serta pengembangan UMKM yang lebih berkelanjutan.

Upaya ini juga menjadi bagian dari langkah memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Adapun UMKM merupakan pilar penting perekonomian nasional dengan kontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

|Baca juga: BI Catat Jumlah Penukaran Uang Tembus 1,076 Juta Orang Jelang Lebaran 2026

|Baca juga: OJK Siapkan New RBC, Pialang Asuransi Buka Suara soal Dampaknya ke Industri!

Oleh karena itu, transformasi UMKM menuju praktik usaha yang lebih berkelanjutan menjadi faktor penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Selain itu, langkah ini juga mendorong terciptanya model bisnis yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi yang lebih berkelanjutan, Permata Bank menghadirkan berbagai inisiatif yang mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat luas. Inisiatif ini juga membuka ruang edukasi mengenai peluang bisnis dari praktik ekonomi hijau dan ekonomi sirkular.

Salah satunya melalui penyelenggaraan Permata Eco Fair 2026, yang menghadirkan pelaku UMKM berkelanjutan serta rangkaian diskusi mengenai praktik bisnis ramah lingkungan dan pembiayaan berkelanjutan.

|Baca juga: AAUI Usul Iuran Penjaminan Polis Dihitung dari Premi Neto

|Baca juga: AAUI Dorong Program Penjaminan Polis Segera Berjalan Demi Pulihkan Kepercayaan Publik

Melalui Permata Eco Fair 2026, Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli menyampaikan, Permata Bank ingin memulai langkah kecil yang memiliki dampak besar dengan memberikan pemahaman membumi mengenai ekonomi hijau dan praktik bisnis berkelanjutan, serta menghadirkan contoh nyata transformasi UMKM.

“Sebagai pelaku industri perbankan, kami bangga dapat menjembatani ekosistem perekonomian hijau dan berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Meliza, dalam keterangan resminya, Selasa, 17 Maret 2026.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Permata Bank terus memperkuat strategi pembiayaan berkelanjutan dengan mendorong pendanaan bagi kegiatan usaha yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), termasuk bagi UMKM yang mengembangkan produk berbasis ekonomi sirkular.

“Permata Bank juga meningkatkan kualitas proses due diligence berbasis ESG serta pengelolaan risiko iklim guna memastikan penyaluran pembiayaan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan regulasi nasional,” tukasnya.

|Baca juga: Investor Institusional Mulai Hengkang dari Pasar Modal, Begini Kata Bos Ajaib!

|Baca juga: Allianz Syariah Ungkap Alasan Spin-Off: Potensi Pasar Asuransi Syariah Masih Sangat Besar

Langkah ini juga sejalan dengan arah kebijakan industri keuangan di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK 51/2017 tentang penerapan keuangan berkelanjutan mendorong lembaga keuangan untuk memperkuat pembiayaan yang mendukung aktivitas ekonomi berkelanjutan.

OJK mencatat kredit hijau nasional mencapai Rp2.075 triliun pada Desember 2024, meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain itu, Permata Bank juga menargetkan Net Zero Emission (NZE) operasional pada 2030.

Upaya itu bertujuan mendukung agenda nasional menuju ekonomi rendah karbon dan memperkuat strategi net zero emission financing untuk mendukung transisi sektor usaha menuju praktik yang lebih berkelanjutan.

Ke depan, Permata Bank akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi UMKM serta mempercepat transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK Siapkan New RBC, Pialang Asuransi Buka Suara soal Dampaknya ke Industri!
Next Post Dampak Konflik Timur Tengah Mulai Dirasakan Industri Asuransi, Begini Lengkapnya!

Member Login

or