Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank menyebut Unit Usaha Syariah (UUS) melanjutkan kinerja positifnya di 2025. Kondisi itu dengan mencatat laba operasional sebelum provisi sebesar Rp785,3 miliar atau tumbuh 8,1 persen secara tahunan (YoY).
“Pertumbuhan ini didukung dengan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang tumbuh mencapai 6,4 persen YoY dan konsistensi pengendalian biaya dengan baik,” kata Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli, dikutip dari keterangan resminya, di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Pada sisi pendanaan, simpanan nasabah mencapai Rp27,0 triliun, didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 13,4 persen YoY. Hal ini membuat rasio CASA UUS meningkat menjadi 73,6 persen, di atas rata-rata industri perbankan syariah Indonesia.
“Unit Usaha Syariah Permata Bank tetap fokus pada peningkatan pendanaan dana pihak ketiga, khususnya pendanaan murah yang stabil dengan terus mengembangkan jaringan komunitas syariah di industri perbankan Indonesia,” ucapnya.
Di sisi lain, Meliza menjelaskan, kolaborasi Permata Bank dengan Bangkok Bank tidak hanya memperluas konektivitas, tetapi juga memperkuat kredibilitas. Permata Bank mempertegas kepercayaan tersebut dengan memperkuat kemitraan lintas negara, meningkatkan pengalaman digital, dan memperdalam hubungan dengan nasabah.
|Baca juga:Permata Bank (BNLI) Bukukan Laba Rp3,6 Triliun di 2025
|Baca juga: BTN (BBTN) Berencana Akuisisi Asuransi Binagriya Upakara, Begini Kata OJK!
|Baca juga: Permata Bank (BNLI) Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp163,3 Triliun di 2025
“Hal tersebut terlaksana dengan kerja sama yang terjalin pada penyelenggaraan CEO Forum ‘Strengthening ASEAN Economic Ties’ dan ‘Indonesia Investment and Trade Forum‘ yang mempertemukan para pelaku bisnis di Thailand dengan pemerintahan Indonesia.
Di sisi lain, Permata Bank membukukan laba setelah pajak sebesar Rp3,6 triliun pada akhir 2025. Total pendapatan tercatat tumbuh 3,8 persen menjadi Rp12,6 triliun, terutama dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan non bunga yang signifikan sebesar 34,1 persen menjadi Rp2,6 triliun.
Sedangkan penyaluran kredit meningkat 5,5 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp163,3 triliun, diiringi kualitas kredit yang terjaga stabil dengan rasio NPL Gross pada level 2,1 persen. Permata Bank terus fokus pada penguatan keunggulan kompetitif, memperdalam hubungan dengan nasabah, dan mendorong profitabilitas berkelanjutan.
Meliza M. Rusli menjelaskan di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan Indonesia sepanjang 2025, Permata Bank terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin, prudent, dan konsisten menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap rencana dan keputusan.
“Kinerja kami mencerminkan fundamental yang resilien terlihat dari pertumbuhan pendapatan, kualitas aset yang terjaga, serta komitmen untuk terus memperkuat kepercayaan nasabah,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
