1
1

Rupiah Melemah, OCBC (NISP) Dorong Diversifikasi dan Mitigasi Risiko bagi Nasabah

OCBC Tower. | Foto: OCBC

Media Asuransi, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan dari waktu ke waktu terhadap dolar Amerika Serikat (US$). Kondisi ini akhirnya memberikan efek tersendiri terhadap kinerja industri perbankan, termasuk masyarakat saat mengakses layanan perbankan di Tanah Air.

“Buat kami jelas tugas utama adalah memastikan posisi nasabah kita aman semua (saat rupiah mengalami tekanan terhadap valuta asing). Karena pertanyaan awalnya berangkat dari exposure kita dan nasabah juga punya exposure,” kata Direktur OCBC NISP Johannes Husin, di OCBC Tower, Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

|Baca juga: BI Bakal Setor Sisa Surplus Rp40 Triliun ke Pemerintah, Ini Rinciannya!

|Baca juga: BI Pastikan Stabilitas Rupiah hingga Sistem Keuangan, Ini Dampak Langsung ke ‘Dompet’ Masyarakat

Dengan kondisi valuta asing yang tengah mengalami volatilitas, ia menegaskan, OCBC memastikan gejolak yang sedang terjadi tidak memberikan tekanan signifikan kepada para nasabah. Bahkan, OCBC berupaya membantu nasabah untuk melakukan mitigasi saat guncangan berlanjut sampai sekarang ini.

“Kita mau memastikan gejolak ini kita bisa membantu nasabah kita untuk memitigasi. Memastikan risiko mereka bisa kita bantu. Mengenai opportunity, kami melihat sesuatu yang kalau misalnya memang ada kesempatan di mana bisa memberikan nasabah untuk diversifikasi portofolio mereka. Itu memang sesuatu yang sangat umrah,” ucapnya.

|Baca juga: BPJS Kesehatan Kerahkan Kecerdasan Buatan, Urus Klaim Kini Tak Lagi Lambat?

|Baca juga: Rasio Klaim BPJS Kesehatan di Awal 2026 Jebol Jadi 111,86%, Pecah Rekor Tertinggi dalam 8 Tahun

Tidak hanya itu, lanjutnya, OCBC juga siap melakukan koordinasi dengan para regulator terkait memastikan tidak ada kepanikan yang terjadi saat volatilitas sedang terjadi. Tidak ditampik, nilai tukar rupiah terhadap US$ masih terus mengalami tekanan bahkan Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi.

“Jadi kalau melihat dari situasi seperti ini yang paling penting adalah kami berkoordinasi dengan pihak regulator memastikan tidak ada kepanikan. Juga ini bukan pertama kali kejadian seperti ini (nilai tukar rupiah mengalami volatilitas) dan ini kan memang banyak hal-hal yang di luar kontrol negara kita,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BTN Siapkan KPR Bundling, Nasabah Bisa Kredit Rumah Sekaligus Isi Rumah dan Kendaraan Listrik
Next Post Target Tinggi! BTN (BBTN) Kejar Pertumbuhan KPR 10% di 2026

Member Login

or