1
1

SMBC Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,5 Triliun pada 2025

Gedung Kantor Pusat Bank SMBC Indonesia. | Foto: SMBC Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) atau SMBC Indonesia membukukan pertumbuhan kinerja yang bagus pada 2025. Pertumbuhan ini dicapai melalui manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian untuk senantiasa memberikan layanan finansial komprehensif ke berbagai segmen ritel dan bisnis, mulai dari ultramikro sampai korporasi.

“Kinerja konsolidasi SMBC Indonesia periode 2025 mencerminkan strategi kami yang berfokus pada fundamental bisnis yang didasari oleh tata kelola yang baik,” kata Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 5 Maret 2026.

Per akhir Desember 2025, total aset SMBC Indonesia secara konsolidasi mencapai Rp245,9 triliun, tumbuh 2,0 persen year on year (yoy). Perseroan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,5 triliun sepanjang 2025.

|Baca juga: SMBC Indonesia Gandeng Lions Club Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir di Sumatra Utara

Di sisi kredit, SMBC Indonesia mencatat pertumbuhan secara konsolidasi sebesar 3,3 persen yoy menjadi Rp185,4 triliun pada akhir 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah segmen, seperti segmen korporasi dan komersial yang meningkat 6,5 persen yoy dan realisasi kredit Jenius di luar Digital Micro yang tumbuh 11,3 persen yoy.

Realisasi penyaluran kredit konsolidasi sepanjang 2025 juga ditopang oleh struktur pendanaan yang semakin efisien, dengan nilai pendanaan berbasis dana murah (current account and saving account/CASA) yang naik 16,7 persen yoy menjadi Rp53,2 triliun dan rasio CASA yang tumbuh menjadi 40,6 persen. Secara konsolidasi, total DPK SMBC Indonesia tumbuh 8,0 persen yoy menjadi Rp131,0 triliun pada akhir tahun lalu untuk menopang kebutuhan pendanaan tahun 2025.

SMBC Indonesia senantiasa menjaga rasio likuiditas dan pendanaan di tingkat yang sehat, dengan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 229,4 persen dan net stable funding ratio (NSFR) 123,0 persen per 31 Desember 2025. Kedua rasio tersebut juga merefleksikan upaya SMBC Indonesia dalam menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga likuiditas dan permodalan tetap kuat.

|Baca juga: Sejumlah Bos SMBC Indonesia Tambah Kepemilikan Saham BTPN, Berikut Lengkapnya!

Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasi tercatat sebesar 29,3 persen pada akhir tahun 2025. Angka CAR tersebut di atas rata-rata industri 25,9 persen dan menunjukkan ruang untuk lebih mengembangkan bisnis dan melayani lebih banyak nasabah di berbagai segmen ke depannya.

Bank mencatatkan gross non-performing loan ratio secara konsolidasi sebesar 2,6 persen pada akhir Desember 2025, sedikit membaik dibandingkan 2,8 persen pada akhir September 2025. Perbaikan ini merupakan upaya untuk senantiasa menerapkan manajemen risiko yang sehat.

Pendapatan operasional konsolidasi SMBC Indonesia sebesar Rp18,4 triliun, meningkat 5,8 persen yoy. Pendapatan bunga bersih tumbuh 4,6 persen yoy, dengan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) terjaga di level 7,0 persen di tengah suku bunga kredit yang kompetitif, kenaikan biaya pendanaan, dan volatilitas pasar yang terus berjalan.

|Baca juga: Ketua DK LPS Melantik Pejabat Baru

Secara konsolidasi, SMBC Indonesia memperkuat pencadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), terutama di anak perusahaan, yaitu Grup OTO. SMBC Indonesia menilai pencadangan tersebut merupakan respons yang bijaksana terhadap dinamika ekonomi pada tahun 2025, serta upaya perusahaan induk konglomerasi keuangan (PIKK) dalam menerapkan prinsip kehati-hatian dan menjaga permodalan tetap kokoh.

“Kenaikan CKPN secara konsolidasi merupakan upaya kita sebagai PIKK untuk senantiasa meningkatkan standar penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta menjaga kualitas aset dan ketahanan bank,” jelas Henoch. Dengan demikian, laba bersih konsolidasi SMBC Indonesia yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang tercatat sebesar Rp506 miliar untuk tahun 2025.

“Selain itu, SMBC Indonesia sebagai bank saja membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,5 triliun sepanjang 2025. Sementara, anak usaha kami, yaitu BTPN Syariah (PT Bank BTPN Syariah Tbk), mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,2 triliun miliar pada tahun 2025, tumbuh 13,2 persen yoy, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,3 triliun, tumbuh dua persen yoy,” tambah Henoch.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post AFPI Berharap ‘Kecipratan’ Dana SAL Rp200 Triliun dari Bank Himbara
Next Post AFPI Ungkap Biang Kerok TWP90 Fintech Lending Meningkat Jadi 4,38% per Januari 2026

Member Login

or