1
1

Spin-Off Jago Syariah Belum Jadi Agenda Utama, Ini Alasannya!

Ilustrasi. | Foto: Bank Jago

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Jago Tbk (ARTO) menegaskan belum menjadikan pemisahan unit usaha syariah atau spin off sebagai prioritas dalam waktu dekat. Manajemen memilih fokus memperbesar basis pengguna dan meningkatkan kepuasan nasabah Jago Syariah sebelum berbicara lebih jauh soal kewajiban pemisahan tersebut.

Head of Sharia Business Bank Jago Waasi Sumintardja mengatakan baik Bank Jago maupun Jago Syariah masih berada pada fase awal pertumbuhan. Bank Jago berdiri pada 2020, sementara Jago Syariah mulai beroperasi setahun setelahnya. Dengan usia yang relatif muda, strategi utama perseroan saat ini adalah memperkuat fondasi bisnis.

|Baca juga: Allianz Syariah: Asuransi Kesehatan Saja Tidak Cukup, Perlu Proteksi Penyakit Kritis

“Karena kita masih baru empat tahun, masih bawang gitu ya,” ujar Waasi, dalam Forum Jurnalis Jagoan di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menegaskan perseroan tetap akan mematuhi ketentuan regulator terkait kewajiban spin off apabila persyaratannya telah terpenuhi. Namun untuk saat ini, arah kebijakan bisnis difokuskan pada pertumbuhan organik, khususnya dari sisi pengguna.

Menurut Waasi, ukuran besar sebuah bank tidak semata dilihat dari lonjakan aset. Parameter yang lebih penting adalah jumlah pengguna serta tingkat kepuasan mereka terhadap layanan yang diberikan.

|Baca juga: Bos Allianz Syariah: Penyakit Kritis Dapat Ubah Kehidupan Keluarga dalam Sekejap

|Baca juga: Allianz Syariah Bayar Klaim Penyakit Kritis Rp600 Miliar di 2025, Dikontribusikan 3 Penyakit Ini!

“Bagi Jago dan Jago Syariah itu salah satu yang paling penting adalah pengguna dan kepuasan penggunanya. Karena kalau angkanya pasti ngikutin ya,” tutur Waasi.

Ia meyakini ketika jumlah pengguna bertambah dan tingkat kepercayaan meningkat maka pertumbuhan dana pihak ketiga maupun pembiayaan akan mengikuti secara alami.

“Kami percaya pasti ngikutin, nyimpen dana lebih banyak memanfaatkan pembiayaan atau pinjaman lebih banyak, itu come later begitu mereka benar-benar percaya sama Jago dan Jago Syariah,” ucap Waasi.

Secara kinerja, hingga Desember 2025 jumlah pengguna Jago Syariah tercatat hampir 2,4 juta nasabah atau tumbuh 16,5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Allianz Syariah: Asuransi Kesehatan Saja Tidak Cukup, Perlu Proteksi Penyakit Kritis
Next Post Allianz Syariah Luncurkan AlliSya CI Hasanah

Member Login

or