1
1

Ternyata Ini 4 Tantangan Sandwich Generation, Kamu Nomor Berapa?

Ilustrasi. | Foto: OCBC NISP

Media Asuransi, JAKARTA – Di usia produktif, banyak orang tidak hanya bertanggung jawab atas kebutuhan pribadinya, tetapi juga menjadi penopang keuangan bagi keluarga lintas generasi. Kondisi ini kerap dialami oleh mereka yang berada dalam posisi generasi sandwich finansial.

Generasi sandwich finansial adalah kelompok individu yang harus membagi penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan dua generasi sekaligus. Di satu sisi, mereka menanggung biaya hidup dan kebutuhan orang tua. Di sisi lain, mereka juga harus memastikan kebutuhan diri sendiri, pasangan, dan anak tetap terpenuhi.

|Baca juga: Tahun Baru Wajib Jadi Semangat untuk Kelola Keuangan, Begini 5 Cara Memulainya!

Situasi tersebut membuat generasi sandwich seolah berada di tengah tekanan yang datang bersamaan. Penghasilan yang dimiliki tidak sepenuhnya bisa dialokasikan untuk tabungan, investasi, atau persiapan masa depan, karena sebagian besar harus digunakan untuk membiayai kebutuhan keluarga besar dan keluarga inti secara paralel.

Fenomena ini banyak terjadi pada usia produktif, terutama mereka yang sudah berkeluarga. Tanpa perencanaan keuangan yang matang, kondisi tersebut berpotensi menghambat stabilitas finansial dan memperbesar risiko masalah keuangan di masa depan.

Melansir laman OCBC NISP, Sabtu, 10 Januari 2026, berada di posisi generasi sandwich bukan cuma soal berbagi penghasilan, tapi juga menghadapi tekanan finansial dan emosional yang berlapis. Ada beberapa tantangan yang paling sering dirasakan oleh generasi sandwich finansial yaitu:

1. Beban keuangan ganda

Generasi sandwich harus membiayai kebutuhan dua generasi sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Biaya hidup orang tua, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari berjalan paralel dengan pengeluaran rumah tangga sendiri. Kondisi ini membuat ruang untuk menabung dan berinvestasi jadi semakin sempit. Bahkan jika tidak cerdas prioritas, kebutuhan pribadi bisa jadi malah terkorbankan.

|Baca juga: Tahun Baru Wajib Jadi Semangat untuk Kelola Keuangan, Begini 5 Cara Memulainya!

|Baca juga: 6 Hal yang Wajib Diperhatikan saat Mengevaluasi Asuransi di Awal Tahun

|Baca juga: Mengapa Polis Asuransi Perlu Dievaluasi Secara Rutin?

2. Sulit menabung dan bangun dana pensiun

Karena sebagian besar penghasilan terserap untuk kebutuhan saat ini, generasi sandwich sering kali menunda persiapan masa depan. Tabungan, dana darurat, bahkan dana pensiun kerap menjadi prioritas terakhir. Padahal, tanpa perencanaan sejak dini, risiko masalah finansial di usia tua justru semakin besar.

3. Tekanan mental dan emosional

Tanggung jawab finansial yang besar sering dibarengi rasa bersalah dan tekanan psikologis. Di satu sisi ingin memenuhi kebutuhan orang tua dengan layak, di sisi lain ingin memberikan yang terbaik bagi pasangan dan anak. Dilema ini bisa memicu stres berkepanjangan, apalagi jika penghasilan tidak bertambah seiring meningkatnya kebutuhan.

4. Keputusan hidup kurang fleksibel

Generasi sandwich harus mengorbankan rencana keuangan pribadi, mulai dari pindah pekerjaan, mengambil peluang usaha, hingga menikmati gaya hidup tertentu. Keputusan besar sering tertahan karena harus mempertimbangkan dampaknya pada kondisi keuangan keluarga besar, bukan hanya diri sendiri.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Mau Hidup Tenang dan Nyaman saat Pensiun, Begini 10 Cara Mempersiapkannya Sejak Muda!
Next Post Asuransi Syariah Bayar Klaim Rp5,02 Triliun per September 2025

Member Login

or