1
1

Tingkatkan Perekonomian Lokal, Desa Wisata Kampung Prai Ijing Makin Dikenal di Kancah Internasional

Kepala Desa Tebara, Marthen Ragowino Bira (kiri). | Foto: BCA

Media Asuransi, JAKARTA – Kearifan budaya lokal dari Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, mampu mengangkat ekonomi warga sekaligus mengharumkan nama Indonesia di pentas regional.

Kepala Desa Tebara, Marthen Ragowino Bira, membagikan pengalamannya membangun kampungnya dalam acara BCA Expoversary 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 5-8 Februari 2026.

Dia mengaku bangga dapat mengantarkan Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara, meraih penghargaan ASEAN Sustainable Tourism Award 2026 yang digelar di Cebu, Filipina, dan mewakili Indonesia.

|Baca juga: BCAinsurance Bidik 20 Ribu Pengguna Baru Lewat Aplikasi BIG di 2026

Prestasi ini didapat karena Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara berhasil memadukan pariwisata berbasis budaya dan alam dengan ekonomi lokal. Desa ini juga berhasil menghasilkan pendapatan signifikan melalui pendampingan Bakti BCA.

“Tidak hanya pendanaan, namun pemberdayaan juga menjadi faktor penting bagi perkembangan desa. Pemberdayaan itu harus disesuaikan dengan karakter desa masing-masing, termasuk dari sisi sosial, ekonomi, dan budaya. Di sinilah peran BCA melalui Bakti BCA menjadi sangat bermanfaat,” kata Marthen dalam keterangan resmi yang dikutip Senin, 16 Februari 2026.

Dia mengungkapkan bahwa program Bakti BCA telah memberikan banyak perubahan di Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara. Menurutnya, desa ini bertransformasi menjadi desa wisata mandiri dengan pelibatan aktif pemuda lokal.

|Baca juga: BCA (BBCA) Bantu Generasi Muda Kelola Berbagai Tujuan Keuangan Lewat Fitur Poket Rupiah di myBCA

Marthen memberi contoh munculnya homestay Prai Ijing, pusat kerajinan tenun Sumba, hingga sejumlah spot foto dengan pesona alam, telah membuat desa wisata ini mengantongi pendapatan Rp1,4 miliar pada 2025 dari sektor pariwisata. Hal ini sejalan dengan kenaikan wisatawan yang mencapai 67 persen pada tahun yang sama.

Diceritakannya peningkatan ekonomi warga maka status desa juga meningkat dengan menyandang status Desa Maju. Namun, ia menegaskan hal ini tidak didapat secara instan.

Menurut Marthen, semua ini didapat karena adanya gotong royong seluruh warga yang tak kenal lelah. Proses bersama dan panjang itu diwujudkan dengan perbaikan kelembagaan desa, perancangan paket wisata, dan pemanfaatan potensi desa. Seluruhnya didampingi oleh Bakti BCA.

|Baca juga: Desa Wisata Binaan Bakti BCA Boyong 6 Penghargaan ASEAN Tourism Awards 2025

“Saya harap prestasi ini menjadi pemantik untuk mengembangkan diri, memperbaiki kekurangan, menambah kreativitas, dan menginspirasi desa lain untuk berinovasi, karena Desa Tebara tidak boleh maju sendiri. Semoga kolaborasi dengan Bakti BCA bisa menjadi contoh untuk desa-desa lain,” katanya.

Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara merupakan salah satu 28 desa binaan Bakti BCA (Desa Bakti BCA). Melalui program ini, Bakti BCA memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan atraksi wisata, pengelolaan layanan, pembekalan literasi keuangan, perluasan akses pasar, hingga pemberdayaan UMKM lokal. Melalui pembinaan ini, Bakti BCA berharap dapat memperluas peluang ekonomi masyarakat, meningkatkan daya tarik destinasi, serta menciptakan ekosistem wisata yang lebih berkelanjutan.

Editor: S. Edi Santosa

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Ramaikan Ramadan dan Lebaran 2026, MR.D.I.Y. Luncurkan Kampanye Berkah Ramadan
Next Post Kesiapan Digital Indonesia Masih Dihadapkan pada Tantangan IT dan Keamanan Siber

Member Login

or