Media Asuransi, JAKARTA – Libur tahun baru kerap menjadi periode dengan tingkat pengeluaran yang lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya. Berbagai kebutuhan tambahan, mulai dari perjalanan, konsumsi, hingga belanja, sering kali membuat kondisi keuangan berubah signifikan setelah liburan berakhir.
Secara umum, penurunan saldo atau membengkaknya pengeluaran pascaliburan merupakan hal yang wajar. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, kondisi tersebut berisiko memengaruhi stabilitas keuangan dalam jangka menengah, terutama jika disertai dengan kewajiban cicilan atau utang konsumtif.
Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami langkah-langkah pemulihan keuangan setelah libur panjang. Dengan pendekatan yang terencana dan realistis, kondisi finansial dapat kembali terkendali tanpa harus mengorbankan kebutuhan utama maupun kualitas hidup.
|Baca juga: 6 Tips Ampuh Kelola Keuangan di Masa Pensiun Demi Kehidupan yang Nyaman
Cara Menjaga Keuangan Setelah Libur Tahun Baru
Dikutip dari laman Bank Mega Syariah, berikut beberapa cara yang dapat Anda terapkan secara bertahap:
- Evaluasi Pengeluaran Selama Liburan
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengevaluasi pengeluaran selama liburan. Luangkan waktu untuk membuka catatan keuangan dan menghitung total dana yang telah dikeluarkan.
Catat semua pengeluaran, mulai dari biaya transportasi, makan di luar, tiket wisata, hingga belanja oleh-oleh untuk keluarga dan rekan kerja. Pencatatan ini penting agar Anda mengetahui secara jelas ke mana saja uang mengalir.
Sebagai contoh, jika pengeluaran liburan mencapai Rp8 juta, padahal anggaran awal hanya Rp5 juta, berarti ada selisih yang perlu dievaluasi. Dari sini, Anda dapat mengetahui pos mana yang paling boros dan menjadi bahan pembelajaran untuk liburan berikutnya.
|Baca juga: 4 Tips Praktis Susun Anggaran Perawatan Mobil Anti Kantong Jebol
Ke depan, Anda dapat mempertimbangkan menggunakan rekening khusus dana liburan atau mulai mencari promo dan diskon sejak jauh hari sebelum bepergian.
- Buat Anggaran Baru yang Realistis
Setelah mengetahui kondisi keuangan terkini, langkah selanjutnya adalah menyusun anggaran baru untuk beberapa bulan ke depan. Salah satu metode yang mudah diterapkan adalah aturan 50/30/20.
Sebanyak 50 persen dialokasikan untuk kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, dan tagihan rutin. Lalu, 30 persen untuk kebutuhan gaya hidup atau hiburan, serta 20 persen untuk tabungan atau pelunasan utang.
Misalnya, jika penghasilan bulanan Rp10 juta, maka Rp5 juta digunakan untuk kebutuhan wajib, Rp3 juta untuk kebutuhan nonprioritas, dan Rp2 juta untuk tabungan. Agar lebih terkontrol, Anda dapat menggunakan aplikasi pengelola keuangan atau spreadsheet sederhana untuk mencatat pengeluaran harian.
Pada awal penerapan, anggaran ini mungkin terasa cukup ketat. Namun, jika dijalani secara konsisten, kondisi keuangan akan berangsur membaik.
|Baca juga: Inilah Tips Gunakan Paylater Supaya Tetap Sehat Mental
- Lunasi Utang Sebelum Membengkak
Jika selama liburan Anda menggunakan kartu kredit atau layanan paylater, sebaiknya segera fokus melunasi utang tersebut. Utang konsumtif umumnya memiliki bunga yang tinggi dan dapat membebani keuangan jika dibiarkan terlalu lama.
Prioritaskan pembayaran utang dengan bunga terbesar terlebih dahulu. Minimal, pastikan tidak terlambat membayar agar terhindar dari denda tambahan. Dengan strategi ini, Anda dapat menghemat biaya bunga yang seharusnya terus bertambah.
Untuk membantu proses pelunasan, kurangi pengeluaran kecil yang kurang penting, seperti jajan harian atau langganan aplikasi yang jarang digunakan, lalu alihkan dananya untuk membayar utang.
- Kurangi Pengeluaran yang Tidak Penting
Setelah liburan, sebaiknya mulai menahan diri dari belanja impulsif dan kebiasaan makan di luar. Memasak sendiri di rumah atau memilih warung makan sederhana, dapat menjadi alternatif yang lebih hemat.
Hindari juga tempat-tempat yang memicu keinginan belanja, seperti pusat perbelanjaan atau kafe. Sebagai gantinya, pilih hiburan gratis atau berbiaya rendah, seperti berjalan pagi di taman, piknik dengan bekal sendiri, atau menonton film di rumah bersama keluarga.
|Baca juga: 8 Tips untuk Terbebas dari Utang
Jika dilakukan secara konsisten, pengeluaran bulanan dapat turun hingga 20-40 persen tanpa mengurangi kualitas hidup.
- Cari Tambahan Penghasilan Jika Memungkinkan
Selain mengandalkan gaji bulanan, Anda dapat mempertimbangkan mencari penghasilan tambahan. Misalnya dengan menjual barang preloved, mengambil pekerjaan freelance, atau menjalankan usaha kecil di akhir pekan.
Tambahan penghasilan Rp1-Rp2 juta per bulan sudah cukup membantu mengisi kembali tabungan yang sempat terkuras. Jika memiliki keterampilan khusus, manfaatkan peluang dari lingkungan sekitar atau platform digital.
Agar hasilnya optimal, alokasikan seluruh penghasilan tambahan ini untuk memperbaiki kondisi keuangan, bukan untuk konsumsi.
- Mulai Menabung dan Investasi Lagi
Saat kondisi keuangan mulai stabil, segera aktifkan kembali kebiasaan menabung. Sisihkan minimal 10 persen dari penghasilan ke rekening terpisah agar tidak mudah terpakai.
|Baca juga: 5 Tips Aman Belanja Online
Tabungan otomatis atau tabungan berjangka bisa menjadi solusi praktis karena dana akan terpotong secara rutin setiap bulan. Selain menabung, Anda juga dapat mulai berinvestasi sesuai tujuan keuangan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Dengan konsistensi, dana yang terkumpul akan berkembang secara bertahap dan memberikan rasa aman secara finansial.
- Pantau dan Evaluasi Keuangan Secara Rutin
Melakukan pencatatan pengeluaran mingguan sangat membantu mendeteksi kebocoran dana sejak dini. Di akhir bulan, lakukan evaluasi anggaran dan sesuaikan jika ada perubahan kondisi, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok.
|Baca juga:5 Akibat Tidak Punya Pengeluaran Harian, yang Terakhir Paling Berisiko!
Libatkan juga anggota keluarga agar semua memiliki pemahaman yang sama dan tujuan keuangan dapat tercapai bersama. Setelah beberapa bulan, kebiasaan ini akan terasa lebih ringan dan menjadi rutinitas yang bermanfaat.
- Hindari Jebakan Belanja Awal Tahun
Awal tahun sering kali dipenuhi promo besar yang menggoda. Namun, sebaiknya tahan diri untuk membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.
Buat daftar belanja yang jelas dan biasakan membayar menggunakan uang tunai atau debit agar pengeluaran lebih terkontrol. Jika masih ragu, tunda pembelian hingga kondisi keuangan benar-benar stabil.
Kebiasaan sederhana ini dapat membantu membentuk pola pikir yang lebih bijak dalam mengelola keuangan.
- Siapkan Dana Liburan untuk Tahun Depan
Agar kondisi keuangan tetap aman, mulailah menyiapkan dana liburan sejak sekarang. Tentukan tujuan liburan, hitung estimasi biayanya, lalu bagi menjadi target tabungan bulanan.
Sebagai contoh, jika liburan membutuhkan dana Rp12 juta, berarti Anda perlu menyisihkan Rp1 juta per bulan. Dengan dana khusus yang terpisah dari keuangan harian, Anda tidak perlu lagi berutang saat liburan tiba.
Manfaatkan fitur tabungan otomatis agar proses menabung menjadi lebih mudah dan konsisten.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
