1
1

Harga Minyak Dunia Meroket! Sri Mulyani Terus Pelototi Dampak Perang Israel-Iran ke Ekonomi RI

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. | Foto: Kemenkeu

Media Asuransi, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan kondisi perekonomian global dan nasional saat ini tengah berada dalam tekanan akibat situasi geopolitik dan ketidakpastian perdagangan internasional.

Pemerintah, kata Sri Mulyani, akan terus berupaya untuk memaksimalkan peran APBN guna menjaga stabilitas dan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang kian memanas tersebut.

|Baca juga: MedcoEnergi (MEDC) Capai Lifting Minyak Perdana dari Lapangan Migas Forel

|Baca juga: Bos PP Presisi (PPRE) Harap Program TJSL Bangun Generasi Unggul dan Sehat

“Hari ini dengan melihat perkembangan perekonomian global dan nasional yang telah memengaruhi, dan dalam hal ini APBN terus bekerja keras di dalam rangka melakukan mitigasi terhadap situasi yang terus bergejolak dan berkembang,” ujar Sri Mulyani, dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa, 17 Juni 2025.

Ia menjelaskan salah satu faktor utama yang memicu tekanan global saat ini adalah memanasnya konflik di Timur Tengah. Ketegangan antara Israel dan Iran, disebutnya, memberikan dampak langsung terhadap harga minyak mentah dunia.

“Seperti diketahui, hari ini mungkin hari ketiga terhadap pecahnya perang Israel dengan Iran, dan ini telah menyebabkan langsung pada hari pertama harga minyak naik lebih dari delapan persen,” ujarnya.

|Baca juga: Sri Mulyani Sebut APBN Kembali Defisit Rp21 Triliun di Mei 2025

|Baca juga: Inflasi RI Capai 1,6% per Mei 2025, Sri Mulyani Ungkap Alasannya!

Ia menjelaskan sebelum konflik meletus, harga minyak Brent sempat berada di bawah US$70 per barel. Namun, ketegangan tersebut membuat harga melonjak tajam.

“Yang tadinya ada kisaran di 70, bahkan di bawah US$70 untuk Brent, itu terjadi kenaikan lonjakan bahkan tertinggi sempat mencapai US$78 per barel, naik hampir sekitar sembilan persen, meskipun kemudian sekarang mengalami koreksi di US$75 per barel,” jelasnya.

Sri Mulyani menekankan lonjakan harga minyak adalah bukti nyata bagaimana satu peristiwa geopolitik dapat memicu reaksi ekonomi secara global. Tak hanya komoditas, dampak juga terasa pada nilai tukar, suku bunga, dan arus modal global. Hal ini, menurutnya, menambah tantangan dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional.

Di sisi lain, ia juga menyoroti dinamika perdagangan global, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Meski ada upaya negosiasi, namun hingga kini belum ada kesepakatan yang dicapai.

|Baca juga: Sebagian Besar Orang Indonesia di Mode Optimistis Hadapi Masa Depan

|Baca juga: Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Cerah di Tengah Perlambatan Daya Beli

Menurut Sri Mulyani, ketidakpastian global masih akan terus membayangi, terutama menjelang tenggat waktu negosiasi pada Juli. Hal ini, lanjutnya, menjadi perhatian serius bagi Indonesia agar tetap waspada dan adaptif terhadap dinamika yang berkembang.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Inilah Peran Penting Orang Tua dalam Menciptakan Generasi Tangguh Finansial
Next Post Sri Mulyani Beberkan Alasan Belanja Negara Turun 11,26% di Mei 2025

Member Login

or