Media Asuransi, JAKARTA — Kondisi pasar kerja Korea Selatan (Korsel) menunjukkan tanda-tanda tekanan yang semakin dalam. Kondisi itu dengan sejumlah indikator ketenagakerjaan menyentuh level terburuk sejak krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an.
Dilansir dari Insurance Asia, Rabu, 16 Juli 2025, berdasarkan laporan ‘Tren Pasar Tenaga Kerja Berdasarkan Statistik Administrasi Ketenagakerjaan Juni 2025‘ dari Kementerian Ketenagakerjaan Korea Selatan, jumlah peserta reguler dalam program asuransi ketenagakerjaan tercatat sebanyak 15,59 juta orang.
|Baca juga: Industri Asuransi Syariah Siap-siap Merger Jelang Aturan Batas Modal Baru di 2026
|Baca juga: Bos Manulife Soroti Rendahnya Kepercayaan Publik sebagai Masalah Utama di Industri Asuransi Jiwa
Angka tersebut hanya naik 1,2 persen (setara 181 ribu orang) dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sekaligus menjadi tingkat pertumbuhan paling lambat sejak pencatatan dimulai pada 1997.
Secara sektoral, lapangan kerja justru menyusut di sektor manufaktur dan konstruksi, dengan kehilangan masing-masing 1.000 dan 19 ribu pekerjaan. Industri manufaktur yang terdampak meliputi tekstil, pengolahan logam, mesin, karet dan plastik, serta peralatan listrik.
Sementara itu, sektor jasa berhasil menambah sekitar 201 ribu pekerjaan. Pertumbuhan terutama terjadi pada bidang kesehatan dan kesejahteraan, layanan bisnis, sains profesional, perhotelan, serta transportasi dan pergudangan.
Kepala Analisis Ketenagakerjaan Masa Depan Kementerian Ketenagakerjaan Korea Selatan Cheon Gyeong-gi mengatakan pertumbuhan lapangan kerja pada semester pertama tahun ini hampir menyentuh nol persen.
“Dengan ekspor barang yang masih negatif dan ketidakpastian tarif, kondisi ketenagakerjaan di sektor manufaktur saat ini sangat sulit,” ujarnya.
|Baca juga: Saham Allo Bank (BBHI) Tiba-tiba Melejit, Begini Penjelasan Manajemen
|Baca juga: Saham GOTO Ngos-ngosan Usai Kantor Digeledah Kejagung Terkait Kasus Korupsi Chromebook Rp9,9 Triliun
Di sisi lain, jumlah pengajuan baru tunjangan pengangguran pada Juni mencapai 86 ribu klaim, naik 2,4 persen atau 2.000 klaim dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Total penerima tunjangan pengangguran juga meningkat menjadi 654 ribu orang, naik lima persen atau 31 ribu orang secara tahunan.
Seiring dengan itu, total dana tunjangan yang disalurkan mencapai KRW1,0516 triliun (sekitar US$751 juta), naik 10,9 persen atau tambahan KRW103,6 miliar dari tahun sebelumnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News