1
1

48% Pelaku Asuransi di Asia Pasifik Keluhkan Beban Pelaporan Regulator

Ilustrasi. | Foto: Kindel Media via Pexels

Media Asuransi, GLOBAL – Studi terbaru mengenai strategi kepatuhan regulasi perusahaan asuransi di kawasan Asia Pasifik mengungkap adanya perbedaan signifikan dalam menghadapi tuntutan regulator keuangan.

Melansir laman Asia Insurance Review, Kamis, 26 Februari 2026, sebanyak 48 persen perusahaan asuransi menyebut pemenuhan pelaporan internal dan eksternal sebagai tantangan terbesar dalam memenuhi ketentuan regulator.

Sementara 35 persen menilai adaptasi terhadap perubahan regulasi sebagai tantangan utama, dan 13 persen lainnya menyebut perbedaan aturan antaryurisdiksi sebagai hambatan terbesar.

Riset yang dilakukan Clearwater Analytics terhadap 150 eksekutif senior manajemen aset asuransi di Australia, Hong Kong, dan Singapura pada Oktober 2025 itu menunjukkan perbedaan prioritas berdasarkan skala dana kelolaan.

|Baca juga: AASI Siap Jadi Fasilitator dan Jembatan Komunikasi untuk Optimalkan Spin-Off UUS Asuransi

|Baca juga: Presiden Direktur Sun Life Resmi Pimpin AAJI 2026-2028

|Baca juga: Tambah Investasi, Direktur XL Axiata (EXCL) Yessie Yosetya Borong 140 Ribu Lembar Saham

Perusahaan kecil dan menengah lebih fokus pada pemenuhan pelaporan, sedangkan perusahaan besar dan sangat besar memprioritaskan kesiapan menghadapi perubahan regulasi.

Terkait prospek tiga hingga lima tahun ke depan, 14 persen responden menilai pemenuhan regulasi lintas pasar akan sangat sulit dan 18 persen menyebut cukup sulit. Meski demikian, 37 persen responden menilai kemampuan kepatuhan perusahaan asuransi saat ini sangat baik dan 55 persen menyebut sangat memadai.

Chief Strategy Officer dan President Asia Pacific Clearwater Analytics Shane Akeroyd mengatakan perusahaan kecil masih bergulat dengan tuntutan pelaporan saat ini, sementara perusahaan besar bersiap menghadapi perubahan regulasi ke depan.

Menurut dia, perusahaan yang membangun kapabilitas kepatuhan terintegrasi sejak dini akan memiliki keunggulan kompetitif di tengah meningkatnya kompleksitas regulasi.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Maybank Indonesia (BNII) Salurkan Kredit Rp123,64 Triliun di 2025
Next Post Bank Muamalat Gulirkan Program Rindu Haji

Member Login

or