Media Asuransi, GLOBAL – Survei yang dilakukan oleh Money.com.au menyebutkan sekitar 80 persen warga yang memiliki asuransi kesehatan swasta menyatakan dukungan terhadap perubahan skema pendanaan rumah sakit swasta.
Survei tersebut menunjukkan lebih dari separuh pemegang polis mendukung model apa pun yang dapat menekan biaya out-of-pocket atau selisih biaya yang harus dibayar pasien. Sementara itu, 27 persen responden secara khusus mendukung model Activity-Based Funding (ABF) yang diusulkan pemerintah federal.
Melansir Insurance Asia, Kamis, 26 Februari 2026, dalam skema ABF, rumah sakit swasta akan menerima pembayaran berdasarkan tarif standar nasional yang disesuaikan dengan jenis dan volume layanan yang diberikan. Model ini diharapkan menciptakan sistem pembiayaan yang lebih transparan dan terukur.
Saat ini, hanya 20 persen responden yang ingin mempertahankan skema pendanaan yang berlaku, yakni kombinasi kontrak perusahaan asuransi, pembayaran langsung pasien, dan manfaat dari program jaminan kesehatan publik. Hasil survei juga menunjukkan adanya perbedaan pandangan antar kelompok usia.
|Baca juga: OJK Tegaskan Tidak Ada Pengunduran Waktu Aturan Spin-Off UUS Asuransi
|Baca juga: Tertekan Klaim dan Rugi Berkelanjutan, 5 Asuransi Umum Cabut dari Bisnis Kesehatan
|Baca juga: Pengamat: Ramadan dan Idulfitri Jadi Momentum Tepat Pasarkan Produk Asuransi Syariah
Kelompok Baby Boomers tercatat paling mendukung reformasi secara umum, dengan 64 persen menyatakan dukungan terhadap model yang dapat menurunkan selisih biaya. Responden Generasi X menjadi kelompok yang paling banyak mendukung usulan ABF secara spesifik, yakni sebesar 27 persen.
Sebaliknya, kelompok usia lebih muda cenderung memilih mempertahankan sistem yang ada. Sebanyak 46 persen responden Generasi Z dan 34 persen Milenial menyatakan dukungan terhadap skema pendanaan saat ini.
Rancangan reformasi pemerintah federal juga mencakup pengenalan Private National Efficient Price (PNEP), yaitu patokan harga nasional yang akan menjadi acuan dalam penetapan tarif dan negosiasi kontrak antara perusahaan asuransi dan operator rumah sakit swasta.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
