Media Asuransi, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) Yulius Bhayangkara menekankan pentingnya komunikasi antara pelaku industri dengan regulator. Hal itu agar kebijakan yang dibuat tidak menghambat kegiatan usaha di sektor pialang asuransi.
Yulius mengatakan asosiasi membuka ruang diskusi bagi para anggota untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan bisnis. Menurutnya, informasi tersebut penting agar asosiasi dapat menyampaikan masukan kepada regulator maupun pemangku kepentingan lainnya.
|Baca juga: Seng Hyup Shin Mundur dari Kursi Wakil Komisaris Utama KB Bank (BBKP), Ada Apa?
|Baca juga: BNI (BBNI) Tebar Dividen Rp349 per Saham, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini!
|Baca juga: CEO Prudential Mundur Usai Karyawan Sebarkan Data Internal Perusahaan
“Sekali lagi saya sampaikan dari sebelumnya bahwa APPARINDO adalah komunitas. Kita adalah komunitas keluarga besar bersama pialang,” ujar Yulius, dalam CEO Gathering di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan asosiasi ingin memastikan aturan yang diterbitkan benar-benar mendukung perkembangan industri, bukan justru menimbulkan hambatan dalam praktik di lapangan. Dalam beberapa kasus terdapat kebijakan yang secara konsep baik, namun sulit diterapkan oleh pelaku industri karena tidak sesuai dengan praktik bisnis yang ada.
“Kalau kita stuck sama peraturan, nah itu yang harus kita sampaikan. Jangan-jangan Bapak Ibu regulator, pemerintah, DPR tuh nggak ngerti,” ujarnya.
|Baca juga: 1 Miliar Muslim Terdampak Krisis Global, Erwin Noekman Soroti Peluang Besar Asuransi Syariah
|Baca juga: Erwin Noekman: Minat Asuransi Syariah di Global Melonjak, Indonesia Jangan Sampai Tertinggal
Ia menambahkan dialog antara asosiasi, regulator, dan pelaku industri perlu terus dilakukan agar setiap kebijakan yang diterapkan dapat berjalan efektif dan tetap mendukung pertumbuhan industri pialang asuransi di Indonesia.
Menurut Yulius, APPARINDO akan terus mendorong komunikasi terbuka antara anggota dan regulator agar berbagai tantangan yang muncul di industri dapat dibahas dan dicarikan solusi bersama.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
