Media Asuransi, GLOBAL – Laporan Crawford & Company (Australia) menyebutkan biaya dan waktu penyelesaian klaim asuransi di Australia masih tinggi pada 2026 meski gangguan rantai pasok mulai mereda.
Melansir Insurance Business, Senin, 30 Maret 2026, tekanan kini bukan lagi dari kelangkaan barang, melainkan kekurangan tenaga kerja, kenaikan biaya, dan semakin kompleksnya klaim, terutama pada bangunan bertingkat. Kondisi ini membuat perbaikan lebih lama, mahal, dan sulit diprediksi.
Head of Contractor Connection and CRD CrawfordTim Butler mengatakan kenaikan biaya terjadi karena kapasitas terbatas dan kompleksitas yang meningkat, bukan karena pasar tidak stabil. Ia juga menyoroti faktor lain seperti kenaikan harga jasa konstruksi, perubahan aturan, dan meningkatnya pembayaran klaim secara tunai.
|Baca juga: Arus Balik Lebaran, Asuransi Jasindo Dorong Kembali Pentingnya Proteksi Perjalanan
|Baca juga: Insentif PPN DTP untuk Properti Diyakini Dongkrak Kinerja Asuransi Harta Benda
|Baca juga: NPL KUR Melonjak, OJK Minta Perusahaan Penjaminan Terapkan Mekanisme Risk Sharing
Faktor ekonomi turut mendorong biaya tetap tinggi, seiring inflasi mencapai 3,8 persen hingga akhir 2025 dan suku bunga acuan naik menjadi 3,85 persen pada Februari 2026.
Selain itu, kekurangan tenaga kerja, khususnya tukang ubin dan tukang batu, serta keterlambatan material seperti lantai dan kaca, masih menghambat proses perbaikan.
Crawford menyebut inflasi klaim kini semakin beragam, dengan selisih besar antara klaim yang sederhana dan yang kompleks, terutama karena durasi pengerjaan yang makin panjang.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
