1
1

Bos OJK Perkirakan Inflasi Medis Masih Jadi Tantangan Utama Industri Asuransi RI

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono. | Foto: OJK

Media Asuransi, JAKARTA – Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (KE PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono memperkirakan inflasi medis ke depan masih menjadi salah satu tantangan utama bagi industri asuransi kesehatan.

“Ke depan, inflasi medis diperkirakan masih menjadi salah satu tantangan utama bagi asuransi kesehatan, di samping tingginya utilisasi layanan kesehatan serta kebutuhan penguatan manajemen risiko dan pengendalian klaim,” kata Ogi, dikutip dari jawaban tertulisnya, Senin, 30 Maret 2026.

|Baca juga: Mayoritas Anggota AFPI Siap Ajukan Banding terkait Putusan KPPU

|Baca juga: Begini Respons OJK tentang Putusan KPPU di Dugaan Kasus Kartel Suku Bunga Pindar

Berdasarkan data Januari 2026, rasio klaim lini usaha asuransi kesehatan tercatat sebesar 40,85 persen pada asuransi jiwa dan 17,75 persen pada asuransi umum, yang secara umum masih berada pada level yang terkendali.

|Baca juga: Segarkan Jajaran Manajemen, Victoria Insurance Resmi Tunjuk Sekretaris Perusahaan Baru

|Baca juga: Victoria Insurance (VINS) Dapat Suntikan Modal Jumbo dari Victoria Investama (VICO), Ini Tujuannya!

Terkait implementasi POJK Ekosistem Asuransi Kesehatan yang diundangkan pada 22 Desember 2025 akan berlaku efektif setelah tiga bulan, lanjutnya, dampaknya diperkirakan mulai terlihat secara bertahap mulai triwulan II/2026, seiring dengan penyesuaian proses bisnis di industri.

Ogi menjelaskan dalam beberapa tahun terakhir memang terdapat perusahaan yang melakukan penyesuaian strategi pemasaran produk kesehatan. Namun, dengan adanya POJK Ekosistem Asuransi Kesehatan, diharapkan sektor tersebut bisa berkembang menjadi bagian penting di industri Asuransi.

|Baca juga: Perdalam Pasar Keuangan dan Jaga Rupiah, BI Implementasikan Instrumen Baru di Operasi moneter

|Baca juga: Jajaran Petinggi BCA Kompak Borong Saham BBCA untuk Investasi Jangka Panjang

“Namun, dengan adanya penguatan tata kelola melalui POJK Ekosistem Asuransi Kesehatan, sektor ini diharapkan dapat berkembang lebih sehat dan berkelanjutan serta tetap menjadi salah satu area penting dalam pengembangan produk asuransi,” pungkas Ogi.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Turun ke 7.070 di Sesi I
Next Post Gallagher Re: Risiko Kecerdasan Meningkat Akibat Kerjangka Kerja Manajemen Risiko Belum Diterapkan

Member Login

or