1
1

Erwin Noekman: Minat Asuransi Syariah di Global Melonjak, Indonesia Jangan Sampai Tertinggal

Chartered Insurance Practitioner Erwin Noekman. | Foto: erwin-noekman.com

Media Asuransi, JAKARTA – Chartered Insurance Practitioner Erwin Noekman menilai perkembangan industri asuransi syariah atau takaful di tingkat global menunjukkan tren yang semakin pesat. Namun di tengah perkembangan tersebut, Indonesia masih perlu mendorong percepatan agar tidak tertinggal.

Menurut Erwin, di berbagai negara minat terhadap pengembangan asuransi syariah semakin tinggi. Berbagai inisiatif bahkan mulai dilakukan, mulai dari penyusunan regulasi hingga program inkubasi untuk mempercepat pertumbuhan industri.

|Baca juga: CEO Prudential Mundur Usai Karyawan Sebarkan Data Internal Perusahaan

|Baca juga: 1 Miliar Muslim Terdampak Krisis Global, Erwin Noekman Soroti Peluang Besar Asuransi Syariah

Ia mengungkapkan sejumlah negara mulai membuka ruang bagi perkembangan asuransi syariah dengan memberikan dukungan regulasi maupun lisensi bagi perusahaan yang ingin masuk ke sektor tersebut.

“Ini beberapa inisiasi yang sudah ada di beberapa negara, ya. Inkubasi juga dilaksanakan artinya karena ini pasar global, jadi artinya apa, di luar sana itu orang begitu sangat luar biasa tertarik dan sangat intrigue gitu ya untuk mengembangkan asuransi syariah,” ujar Erwin, dalam iLearn Thematic Webinar, Rabu, 11 Maret 2026.

Erwin menilai untuk meningkatkan penetrasi industri di Indonesia, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperkuat literasi masyarakat melalui produk-produk yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Produk asuransi kesehatan dan asuransi mikro disebut sebagai contoh produk yang relatif mudah diterima oleh masyarakat karena manfaatnya dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemanfaatan berbagai saluran komunikasi untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

|Baca juga: Konflik Timur Tengah dan Pelemahan Rupiah Berpotensi Tekan Daya Beli Masyarakat

|Baca juga: Fitch Nilai Ketidakpastian Tarif AS dan Perlambatan Ekonomi China Hantui Risiko Kredit Global

“Ini bagaimana meningkatkan lagi, ya menggunakan sosial media, penggunaan public figure juga penting ya untuk memastikan atau mengajak orang,” ujar Erwin.

Menurutnya, pendekatan komunikasi yang lebih luas diperlukan karena industri asuransi masih sangat mengandalkan interaksi langsung dengan masyarakat. Di sisi lain, Erwin menyinggung pentingnya penguatan tata kelola industri, termasuk penerapan audit syariah yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya diterapkan di Indonesia.

Erwin berharap berbagai pemangku kepentingan dapat bersama-sama memperkuat fondasi industri asuransi syariah agar mampu berkembang lebih cepat di tengah dinamika global yang terus berubah.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK Izinkan Perubahan Nama PT Lumbung Sari menjadi PT Lumbung Sari Pialang Asuransi 
Next Post IHSG Melemah di Tengan Nilai Transaksi Menipis

Member Login

or