1
1

Gallagher Re: Risiko Kecerdasan Meningkat Akibat Kerjangka Kerja Manajemen Risiko Belum Diterapkan

Ilustrasi. | Foto: Freepik

Media Asuransi, GLOBAL – Risiko teknologi saat ini muncul di kalangan perusahaan global lantaran 43 persen organisasi belum menerapkan kerangka kerja manajemen risiko kecerdasan buatan atau Artificiall Intelligence (AI) yang formal. Hal itu terjadi meskipun teknologi telah terintegrasi dengan cepat ke dalam operasi sehari-hari.

Survei Adopsi dan Risiko AI tahunan ketiga yang dilakukan Gallagher Re terhadap 1.200 perusahaan global mengungkapkan meski strategi asuransi dan mitigasi risiko biasanya memerlukan penilaian dampak ketat, namun ditemukan hanya 44 persen perusahaan yang telah melakukan penilaian formal terkait penggunaan AI mereka.

Melansir Insurance Asia, Senin, 30 Maret 2026, kurangnya pengawasan teknis ini masih terjadi, meskipun 62 persen perusahaan telah memberikan pelatihan AI kepada karyawannya dan 55 persen telah merekrut karyawan untuk peran khusus AI.

|Baca juga: Perdalam Pasar Keuangan dan Jaga Rupiah, BI Implementasikan Instrumen Baru di Operasi moneter

|Baca juga: CUAN, DSNG, UNTR, dan AMRT Jadi Saham Dijagokan untuk Jemput Rezeki Hari Ini

AI juga mendorong peningkatan produktivitas sebesar 86 persen. Namun, hanya 56 persen organisasi yang telah mengkomunikasikan strategi AI kepada stafnya, sehingga hampir separuh bisnis yang disurvei tidak memiliki pedoman yang jelas tentang bagaimana karyawan harus berinteraksi dengan teknologi tersebut.

Dari perspektif tanggung jawab dan risiko, bisnis juga memprioritaskan pemeliharaan pengawasan manusia untuk memitigasi potensi kegagalan dalam interaksi klien dan penyelesaian masalah yang kompleks.

Sebanyak tiga puluh empat persen responden menyebutkan ‘sentuhan manusia’ dalam hubungan klien sebagai alasan untuk melindungi pekerjaan manusia, sementara 31 persen menyatakan intervensi manusia tetap diperlukan untuk memecahkan masalah yang tidak dapat ditangani secara mandiri oleh teknologi.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bos OJK Perkirakan Inflasi Medis Masih Jadi Tantangan Utama Industri Asuransi RI
Next Post OJK Ungkap Tantangan yang Pengaruhi Dana Pensiun di 2026

Member Login

or