1
1

Great Eastern Percepat Adopsi AI, Proses Klaim hingga Underwriting Kini Hitungan Menit!

Presiden Direktur Great Eastern Life Indonesia Nina Ong. | Foto: Insurance News

Media Asuransi, JAKARTA – PT Great Eastern Life Indonesia mempercepat adopsi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Langkah itu untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempercepat proses layanan kepada nasabah.

Presiden Direktur Great Eastern Life Indonesia Nina Ong mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut dilakukan dengan mentransformasi sejumlah proses dalam bisnis asuransi kumpulan, mulai dari penawaran (quotation), underwriting, hingga klaim.

Menurut Nina, proses yang sebelumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu kini dapat diselesaikan jauh lebih cepat melalui sistem otomatisasi berbasis digital.

|Baca juga: Laba Bersih Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 16,7% Jadi Rp8,9 Triliun di Februari 2026

|Baca juga: Kinerja Industri Asuransi Indonesia Disebut Masih Aman Meski Timur Tengah Membara

“Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit melalui otomatisasi,” ujar Nina, dikutip dari Insurance Asia, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan perusahaan juga menghadirkan sejumlah platform digital untuk meningkatkan efisiensi kerja sekaligus memberikan transparansi bagi klien. Melalui sistem tersebut, nasabah dapat memantau informasi polis hingga klaim secara real time.

Selain itu, digitalisasi dinilai mampu menyederhanakan alur kerja internal perusahaan, mengurangi pekerjaan manual, serta meningkatkan produktivitas tenaga pemasar dan mitra perusahaan.

|Baca juga: AAUI Sebut Konflik Timur Tengah Belum Memengaruhi Bisnis Industri Asuransi Umum

|Baca juga: Allianz Indonesia: Perencanaan Pendidikan Anak Perlu Dilihat Menyeluruh

Menurut Nina, transformasi digital tersebut dilakukan melalui sejumlah platform, seperti sistem penawaran Employee Benefit Quotation System, serta aplikasi Great Eastern Corporate App dan Corporate Client Portal.

Melalui platform tersebut, perusahaan dapat mendigitalkan proses klaim dan akses layanan kesehatan, memberikan kemudahan bagi peserta asuransi, sekaligus meningkatkan pengalaman layanan bagi klien korporasi.

Di sisi lain, Nina menilai, keberagaman dalam kepemimpinan perusahaan turut berperan dalam meningkatkan kinerja bisnis. Saat ini lebih dari sepertiga posisi kepemimpinan senior di Great Eastern Life Indonesia diisi oleh perempuan.

Ia menilai keberagaman tersebut mampu mendorong diskusi yang lebih terstruktur dalam proses pengambilan keputusan, sekaligus memperkuat penilaian risiko sebelum perusahaan mengeksekusi strategi bisnis.

|Baca juga: Allianz Indonesia Bagikan Tips Kelola THR untuk Dana Pendidikan Anak Sejak Dini

|Baca juga: Rupiah Melemah, CELIOS Peringatkan IHSG Bisa Crash dan Industri Asuransi Terdampak

“Tim kepemimpinan yang beragam membantu mengevaluasi risiko secara lebih disiplin sebelum keputusan bisnis diambil,” kata Nina.

Menurut dia, pendekatan tersebut berdampak pada peningkatan kualitas underwriting, pengelolaan biaya yang lebih efisien, serta alokasi sumber daya yang lebih optimal.

Nina menambahkan penguatan transformasi digital dan pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan di tengah persaingan industri asuransi yang semakin ketat.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Visa Gandeng Skorcard Perluas Akses Kartu Kredit Digital di Indonesia
Next Post OJK Proyeksi Kredit UMKM Tumbuh 7-9% pada 2026

Member Login

or