1
1

Hong Kong Dorong Operator Pesawat Kecil Tak Berawak Miliki Asuransi

Ilustrasi. | Foto: Freepik/jcomp

Media Asuransi, GLOBAL – Regulator asuransi Hong Kong (HKIA) bekerja sama dengan perusahaan asuransi untuk mendukung pengembangan ekonomi dataran rendah di Hong Kong. Hal tersebut lantaran karena semakin meluasnya penggunaan pesawat tak berawak menciptakan manajemen risiko dan kebutuhan asuransi yang baru.

Melansir Insurance Asia, Rabu, 25 Februari 2026, HKIA mengaku telah membantu industri mengidentifikasi peluang untuk memberikan perlindungan asuransi bagi bisnis, institusi, dan masyarakat yang terlibat dalam aktivitas di dataran rendah, dengan tujuan mendukung lingkungan operasi yang aman dan stabil pada 13 Februari 2026.

|Baca juga: AASI Siap Jadi Fasilitator dan Jembatan Komunikasi untuk Optimalkan Spin-Off UUS Asuransi

|Baca juga: Presiden Direktur Sun Life Resmi Pimpin AAJI 2026-2028

Berdasarkan peraturan yang berlaku saat ini, operator pesawat kecil tak berawak diharuskan memiliki asuransi tanggung jawab pihak ketiga yang mencakup cedera badan atau kematian. Uang pertanggungan minimum berkisar US$1,3 juta (HK$10 juta) hingga US$2,6 juta (HK$20 juta), tergantung berat pesawat dan tingkat risiko operasional.

HKIA mengatakan lebih dari 13 perusahaan asuransi saat ini menawarkan produk semacam itu di pasar. Regulator juga mendorong perusahaan asuransi untuk meningkatkan kesadaran keselamatan di antara pengguna dan operator pesawat tak berawak melalui desain produk dan peningkatan layanan.

|Baca juga: Tambah Investasi, Direktur XL Axiata (EXCL) Yessie Yosetya Borong 140 Ribu Lembar Saham

|Baca juga: Penyegaran Manajemen, Kreditplus (KB Finansia) Umumkan Susunan Direksi Baru

Hal ini mencakup penggunaan penilaian risiko dan penjaminan yang berbeda, seperti mengevaluasi apakah operasi melibatkan aktivitas berisiko tinggi seperti terbang di luar jangkauan pandang atau di wilayah padat penduduk.

Premi juga dapat mencerminkan faktor-faktor seperti pelatihan operator, catatan pemeliharaan, dan manajemen data penerbangan. HKIA mengatakan praktik-praktik ini dimaksudkan untuk memperkuat standar manajemen risiko dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan pada perekonomian dataran rendah.

Bahkan HKIA juga mendesak perusahaan asuransi untuk menggunakan data dari Regulatory Sandbox Ekonomi Ketinggian Rendah dan Regulatory Sandbox X yang telah disempurnakan.

|Baca juga: OJK Tegaskan Tidak Ada Pengunduran Waktu Aturan Spin-Off UUS Asuransi

|Baca juga: Tertekan Klaim dan Rugi Berkelanjutan, 5 Asuransi Umum Cabut dari Bisnis Kesehatan

Data itu memungkinkan perusahaan asuransi menganalisis operasi pesawat tak berawak dalam berbagai skenario, membantu meningkatkan akurasi harga, penjaminan, dan daya saing produk.

Satuan tugas yang dibentuk oleh Federasi Penanggung Asuransi Hong Kong menggunakan data sandbox untuk mempelajari isu-isu seperti tantangan penjaminan dalam lingkungan operasi yang kompleks, penanganan klaim setelah insiden, dan risiko lintas batas yang terkait dengan operasi di luar Hong Kong.

HKIA mengatakan risiko tersebut diperkirakan menjadi lebih kompleks karena perekonomian di dataran rendah meluas ke bidang-bidang seperti pesawat tak berawak yang lebih besar, logistik berbasis drone, layanan darurat, pengiriman medis dan, dalam jangka panjang, transportasi berawak di dataran rendah.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Roojai Rambah Bisnis Asuransi Kesehatan di Indonesia
Next Post BSI (BRIS) Komitmen Perluas Inklusi Keuangan Lewat BSI Agen

Member Login

or