1
1

HUT ke-48 APPARINDO Jadi Momentum Perkuat Peran Industri Pialang Asuransi

Ketua Umum APPARINDO Yulius Bhayangkara. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran industri pialang dalam ekosistem perasuransian nasional.

Ketua Umum APPARINDO Yulius Bhayangkara menegaskan perjalanan panjang asosiasi tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun industri broker yang semakin solid dan mampu memberikan nilai tambah bagi sektor asuransi.

Dalam sambutannya pada peringatan HUT APPARINDO, Yulius menyampaikan rasa syukur atas perjalanan hampir lima dekade organisasi tersebut. Ia memberikan penghormatan kepada para pendiri dan senior asosiasi yang telah meletakkan fondasi bagi perkembangan industri pialang di Indonesia.

“Pertama-tama, saya ucapkan selamat datang dan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa bahwa kita bisa berkumpul bersama-sama di tempat ini merayakan 48 tahun asosiasi kita tercinta, APPARINDO,” ujar Yulius, dalam acara HUT ke-48 APPARINDO, di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

|Baca juga: Industri Halal Indonesia Disebut Tangguh Menahan Gejolak Geopolitik Global

|Baca juga: AASI Sebut Regulasi dan Integrasi Ekosistem Jadi Tantangan Penetrasi Asuransi Syariah

Ia menyampaikan penghormatan kepada sejumlah mantan ketua dan tokoh senior yang masih aktif menghadiri kegiatan asosiasi. Menurutnya, keberadaan para pendiri dan senior tersebut menunjukkan menjadi bagian dari komunitas APPARINDO bukan sekadar menjalankan bisnis, tetapi juga membangun kebersamaan dalam industri.

Yulius menegaskan APPARINDO dibangun bukan sebagai organisasi dengan struktur hierarki yang kaku, melainkan sebagai komunitas besar bagi pelaku industri pialang asuransi dan reasuransi. Ia menilai kebersamaan antaranggota menjadi kunci kekuatan asosiasi dalam menghadapi berbagai dinamika industri.

“APPARINDO itu bukan bikin strata, ada ketua, ada wakil, ada anggota. Bukan itu maksudnya. Kita bikin komunitas, kita bikin keluarga besar. Urutannya bukan siapa yang terdepan, tapi pohonnya jelas ada yang akar, ada batang, ada buah. Kita adalah satu kesatuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yulius menyoroti pentingnya kemampuan industri pialang dalam menciptakan nilai tambah bagi nasabah dan ekosistem perasuransian. Menurutnya, keberadaan broker harus memberikan manfaat nyata sehingga tetap relevan dalam industri.

“Kenapa ada broker? Karena kita menciptakan nilai. Nilai yang bikin kita sehingga kita dapat porsi itu besar. Kalau kita tidak ada nilainya, orang bisa langsung ke asuransi atau ke reasuransi. Tetapi kenapa ada broker? Karena kita menciptakan nilai,” kata Yulius.

|Baca juga: 1 Miliar Muslim Terdampak Krisis Global, Erwin Noekman Soroti Peluang Besar Asuransi Syariah

|Baca juga: Erwin Noekman: Minat Asuransi Syariah di Global Melonjak, Indonesia Jangan Sampai Tertinggal

Ia menegaskan pialang asuransi tidak hanya berperan sebagai perantara transaksi, tetapi juga sebagai pihak yang memberikan solusi dalam pengelolaan risiko serta membantu nasabah memperoleh perlindungan yang optimal.

“Pialang itu kerjaannya menciptakan nilai. Jadi bisnis kita bukan sekadar perantara, bisnis kita adalah menciptakan nilai. Dari nilai itu kita mendapatkan porsi,” ujarnya.

Selain memperkuat peran broker, APPARINDO juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di industri pialang. Salah satu upaya yang tengah dipersiapkan adalah kerja sama dengan perguruan tinggi negeri untuk menghadirkan program pendidikan doktoral di bidang perasuransian.

“Sebentar lagi APPARINDO akan menjadi pintu masuk untuk menghadirkan program S3 Doktor Perasuransian. Kita bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri. Ini yang kita cita-citakan agar industri memiliki kapasitas manusia yang kuat,” kata Yulius.

Menutup sambutannya, Yulius mengajak seluruh anggota asosiasi untuk terus memperkuat kolaborasi dan menjaga semangat kebersamaan dalam membangun industri perasuransian yang lebih kuat di masa depan.

“Kita siap masuk ke dekade ke-6. Ayo kita bangun sama-sama industri perasuransian, kita mainkan peran kita lebih baik supaya kita dapat porsi yang lebih besar,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post APPARINDO Sebut Komunikasi dengan Regulator Penting agar Regulasi Tak Jadi Hambatan
Next Post Milenial hingga Gen Z Dinilai Jadi Motor Percepatan Inklusi Keuangan Syariah

Member Login

or