1
1

Jaga Stabilitas Kinerja, AAJI: Pengelolaan Investasi Asuransi Jiwa Berorientasi Jangka Panjang

Plt Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo. | Foto: AAJI

Media Asuransi, JAKARTA – Plt Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Albertus Wiroyo menegaskan karakter pengelolaan asuransi jiwa yang berorientasi jangka panjang menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas kinerja dan nilai aset.

Hal itu ditegaskan oleh AAJI merespons merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir bulan lalu. AAJI menekankan penempatan investasi oleh industri asuransi jiwa dilakukan secara hati-hati, cermat, dan berkelanjutan yang artinya dalam jangka panjang.

“Perusahaan asuransi jiwa pada prinsipnya mengelola investasi dengan orientasi jangka panjang, sehingga fluktuasi pasar jangka pendek tidak serta-merta mengubah strategi investasi secara fundamental,” kata Albertus, kepada Media Asuransi, dikutip Kamis, 12 Februari 2026.

Lebih lanjut, Albertus menambahkan, perusahaan asuransi jiwa secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola portofolio investasi. Pendekatan ini mencakup pengelolaan risiko yang terukur, serta diversifikasi portofolio sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan profil liabilitas masing-masing perusahaan.

|Baca juga: Wamenkeu: Pertumbuhan Ekonomi RI 5,39% di Kuartal IV/2025 Tertinggi di G20

|Baca juga: CBRE Advisory Indonesia Proyeksikan Pasar Properti Jakarta Tumbuh Solid di 2026

|Baca juga: Bukalapak (BUKA) Ungkap Alasan Sisa Dana IPO Rp4,28 Triliun Belum Terserap

“Selain itu, perusahaan secara berkelanjutan melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi investasi secara selektif, tanpa bersifat reaktif terhadap volatilitas pasar jangka pendek,” kata Albertus.

Sebelumnya, IHSG sempat jatuh setelah investor merespons pernyataan indeks global yaitu Morgan Stanley Capital International (MSCI). Dalam pengumumannya, MSCI memutuskan untuk menerapkan pembekuan perubahan indeks sementara terhadap pasar modal Indonesia.

|Baca juga: AAJI Respons Positif Sejumlah Upaya Strategis OJK untuk Redam Fluktuasi Pasar Modal

|Baca juga: BCA (BBCA) Luncurkan Ocean by BCA, Portal Digital Terintegrasi untuk Pelaku Usaha

|Baca juga: Moody’s Pangkas Outlook, BCA (BBCA) Blak-blakan tentang Dampaknya ke Kredit

Akibat penurunan tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt pada Kamis, 29 Januari 2026 pukul 09:26:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Namun perdagangan kembali dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu JATS tanpa mengubah perubahan jadwal perdagangan.

Tindakan tersebut dilakukan lantaran penurunan IHSG yang mencapai delapan persen. Trading halt ini juga menjadi upaya dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa terukur, wajar, dan efisien.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp10,7 Triliun di Sepanjang 2025
Next Post AAJI: Peranan OJK dan BEI Jadi Fondasi Penting Jaga Kepercayaan Industri dan Investor

Member Login

or