Media Asuransi, GLOBAL – Konflik yang meningkat di Timur Tengah memicu penghentian operasional sejumlah bandara utama yang menjadi penghubung Eropa dan Afrika ke Australia serta Asia.
Bandara di Qatar, Dubai, dan Abu Dhabi dilaporkan menghentikan layanan, sementara fasilitas di Dubai dan Abu Dhabi mengalami kerusakan akibat konflik.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan banyak warga Australia terdampak setelah sejumlah negara menutup wilayah udara di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Pemerintah Australia melalui Smartraveller juga memperbarui imbauan perjalanan untuk Qatar, Dubai, dan Abu Dhabi menjadi ‘do not travel‘.
Pengamat Compare the Market Chris Ford mengatakan wisatawan yang membeli asuransi sebelum eskalasi konflik menjadi peristiwa yang diketahui publik berpotensi mengajukan klaim atas uang muka, pembatalan penerbangan, akomodasi, dan biaya lain yang tidak dapat dikembalikan.
|Baca juga: Sujaya Dinata Pangestu Akhiri Kepemimpinan di Asuransi Cakrawala Proteksi
|Baca juga: Dwi Ary Purnomo Resmi Lepas Jabatan Komisaris BTN (BBTN)
|Baca juga: Allianz Gelar MoveNow Impact Fund Dukung Penguatan Inklusi dan Literasi Keuangan RI
“Setiap polis berbeda. Jika ragu, periksa product disclosure statement atau hubungi perusahaan asuransi,” ujar Chris, dikutip dari Canberratimes.com.au, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menegaskan polis yang dibeli setelah konflik menjadi known event umumnya tidak menanggung kerugian terkait. “Begitu suatu peristiwa dianggap known event, klaim yang terkait biasanya dikecualikan,” katanya.
Chief Executive Australian Travel Industry Association Dean Long mengimbau wisatawan tidak terburu-buru membatalkan pemesanan tanpa berkonsultasi karena dapat memengaruhi peluang pengembalian dana atau klaim asuransi.
Ia menyebut maskapai tengah mengelola penjadwalan ulang dan rute alternatif. Sejumlah maskapai seperti Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways menghentikan operasional sementara.
Chief Executive Insurance Council of Australia Andrew Hall mengatakan perusahaan asuransi menerima ratusan panggilan dalam beberapa hari terakhir.
Ia menegaskan polis asuransi perjalanan umumnya mengecualikan kerugian akibat perang, konflik bersenjata, maupun kerusuhan sipil, terutama setelah pemerintah mengeluarkan peringatan ‘do not travel‘.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
