Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan kinerja Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) atau unitlink masih menunjukkan tren positif berdasarkan data per Januari 2026. Hal itu dapat terjadi meskipun di tengah ketidakpastian global, termasuk faktor geopolitik.
“Hal ini mencerminkan minat masyarakat terhadap produk berbasis investasi yang tetap terjaga, khususnya untuk perencanaan jangka panjang,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, dikutip dari jawaban tertulisnya, Senin, 13 April 2026.
|Baca juga: Mega Insurance Beberkan Manfaat dari Aturan Baru Masa Tunggu di Asuransi Kesehatan
|Baca juga: OCBC (NISP) Kantongi Restu Akuisisi OCBC Sekuritas dan Great Eastern Life Indonesia
Ke depan, lanjutnya, pertumbuhan PAYDI diperkirakan lebih moderat dan selektif, dengan fokus pada keberlanjutan produk dan kesesuaian dengan profil risiko nasabah, sehingga pangsa unitlink cenderung stabil dengan potensi peningkatan secara bertahap.
Ia menyatakan OJK terus mendorong penguatan tata kelola produk unitlink melalui peningkatan transparansi manfaat dan risiko, penguatan proses pemasaran berbasis kebutuhan nasabah, serta pengelolaan investasi yang prudent.
Selain itu, masih kata Ogi, OJK menekankan prinsip kesesuaian produk dan perlindungan konsumen agar pertumbuhan yang terjadi tidak hanya dari sisi volume, tetapi juga kualitas. Berdasarkan data terbaru posisi Februari 2026, premi unitlink tercatat Rp7,89 triliun, tumbuh 5,17 persen secara YoY.
|Baca juga: Klaim Asuransi Kesehatan Diprediksi Naik Akibat El Nino Godzilla, Ini Strategi Mega Insurance
|Baca juga: Begini Respons Bos Tugu Insurance (TUGU) terkait Fenomena El Nino Godzilla
“Menunjukkan produk ini masih menjadi salah satu kontributor penting dalam industri asuransi jiwa dengan porsi yang tetap signifikan terhadap total premi,” tukasnya.
Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au menyatakan Allianz Indonesia berkomitmen untuk memperkuat portofolio unitlink atau PAYDI. Apalagi, kontribusinya menyumbang 74 persen dari total premi asuransi jiwa perusahaan per Desember 2025.
“Allianz menekankan pentingnya penyederhanaan produk, transparansi informasi, serta penguatan tata kelola sebagai langkah strategis yang selaras dengan regulasi OJK untuk membangun kepercayaan nasabah,” katanya.
|Baca juga: Begini Cara Menghadapi Bos yang Toxic Tanpa Korbankan Kesehatan Mental
|Baca juga: Didukung Digitalisasi dan AI, Jalur Keagenan dan Bancassurance Diproyeksikan Dominan di 2026
Ia menambahkan pemanfaatan berbagai alat digital untuk meningkatkan kualitas pengelolaan produk dan pengalaman nasabah, kolaborasi dengan Allianz Global Investors Indonesia untuk mendukung kinerja dana unitlink, serta edukasi intensif kepada nasabah dan tenaga pemasar, turut menjadi bagian dari strategi Allianz.
“(Hal itu dilakukan) dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
