1
1

Pengamat: Ramadan dan Idulfitri Jadi Momentum Tepat Pasarkan Produk Asuransi Syariah

Ilustrasi. | Foto: Freepik/jcomp

Media Asuransi, JAKARTA – Pengamat sekaligus Dosen Asuransi Wahju Rohmanti menilai periode Ramadan tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja industri asuransi secara keseluruhan, baik dari sisi peningkatan premi maupun pertumbuhan jumlah nasabah.

Meski demikian, ia menyatakan, momentum ini tetap memiliki nilai strategis, terutama dalam aspek literasi dan pemasaran produk tertentu. Menurut Wahju, pada awal Ramadan biasanya aktivitas masyarakat cenderung melambat. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan kembali berjalan normal pada pekan-pekan berikutnya.

|Baca juga: Klaim Industri Asuransi Umum Capai Rp48,96 Triliun di Kuartal IV/2025

|Baca juga: AAUI Sebut Klaim Reasuransi Terkendali di Triwulan IV/2025

“Biasanya minggu awal Ramadan kegiatan masyarakat seperti melambat sejenak. Namun di minggu-minggu berikutnya menurut saya berjalan seperti biasa. Tidak terlalu memengaruhi kinerja asuransi secara signifikan,” tutur Wahju, kepada Media Asuransi, dikutip Selasa, 24 Februari 2026.

Ia menjelaskan meskipun tidak berdampak besar terhadap lonjakan premi secara agregat, namun Ramadan tetap menjadi momentum yang tepat bagi perusahaan asuransi untuk memperkuat strategi pemasaran, khususnya untuk produk berbasis syariah.

“Produk yang paling tepat dipasarkan saat Ramadan tentu asuransi berbasis syariah. Momentum Ramadan merupakan saat yang tepat bagi perusahaan asuransi untuk mengadakan literasi dan edukasi asuransi syariah apa pun jenis asuransinya,” jelas Wahju.

|Baca juga: Prihati Pujowaskito Jadi Dirut BPJS Kesehatan 2026–2031, Ini Profilnya!

|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Catat Livin’ by Mandiri Tumbuh 49,3% di Januari 2026

Selain asuransi syariah, produk yang umumnya meningkat penjualannya selama periode Ramadan hingga Idulfitri adalah asuransi perjalanan mudik atau libur Lebaran serta asuransi kesehatan. Tingginya mobilitas masyarakat dan kebutuhan perlindungan selama perjalanan menjadi faktor pendorong utama.

“Untuk jenis asuransi biasanya yang banyak dijual saat Ramadan adalah asuransi perjalanan mudik atau liburan Idulfitri serta asuransi kesehatan. Bahkan mungkin perusahaan asuransi dapat mengkampanyekan pemberian hadiah kepada keluarga tercinta atau orang tua berupa polis asuransi,” urainya.

Dari sisi risiko dan klaim, Wahju menilai, tidak terdapat perbedaan pola yang signifikan dibandingkan dengan bulan lainnya. Kecuali pada periode libur Idulfitri, di mana mobilitas masyarakat meningkat tajam dan berpotensi memicu kenaikan klaim, khususnya pada lini perjalanan dan kecelakaan.

“Untuk pola dan tren klaim selama Ramadan tidak berbeda dengan bulan lainnya, kecuali pada saat liburan Idulfitrinya,” tutup Wahju.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Asuransi Perjalanan, Kendaraan, hingga Kecelakaan Diri Diyakini Dapat ‘Berkah’ Ramadan dan Idulfitri
Next Post BI: Uang Beredar pada Januari 2026 Tumbuh Lebih Tinggi dibanding Desember 2025

Member Login

or