Media Asuransi, JAKARTA – Banyak orang mengira kedua jenis asuransi ini sama, namun asuransi penyakit kritis sebenarnya memiliki tujuan dan cakupan perlindungan yang berbeda dari asuransi kesehatan. Yuk, cari tahu perbedaan asuransi penyakit kritis dan asuransi kesehatan.
Di tengah gaya hidup modern dan tingkat stress yang kian meningkat, penyakit serius seperti kanker atau serangan jantung kini bukan hanya menyerang orang yang berusia lanjut. Namun, juga bisa menyerang mereka yang masih berusia produktif, atau bahkan termasuk generasi muda.
Hal tersebut juga dapat dilihat berdasarkan data klaim yang dibayarkan Allianz selama periode 2022 – 2024 menunjukkan bahwa 35 persen klaim penyakit kritis diajukan oleh nasabah yang berusia 40 tahun. Salah satu solusi untuk meminimalisir beban finansial atas risiko tersebut adalah dengan memiliki asuransi.
|Baca juga: Dua Tipe Produk Asuransi Penyakit Kritis, Apa Saja?
Banyak orang mengira asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis itu sama. Padahal, keduanya punya peran berbeda dalam melindungi finansial. Untuk itu, kenali perbedaan antara asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis selengkapnya dalam artikel ini dikutip dari laman allianz.co.id, Senin, 23 Maret 2026.
Perbedaan Asuransi Penyakit Kritis vs Asuransi Kesehatan
Asuransi Kesehatan
Asuransi kesehatan dirancang untuk menanggung biaya pengobatan di rumah sakit untuk berbagai kondisi, baik penyakit ringan, maupun kondisi medis lebih berat, termasuk meminimalisir biaya pengobatan jika terkena penyakit kritis dengan berbagai layanan medis, seperti rawat inap, rawat jalan, tindakan operasi, atau perawatan rutin lainnya.
Dalam asuransi kesehatan terdapat masa tunggu, umumnya 30 hari untuk semua penyakit, 80 – 90 hari untuk penyakit kanker, dan 1 tahun untuk penyakit khusus. Namun, untuk kasus kecelakaan, biasanya masa tunggu tidak berlaku, dan manfaat bisa langsung digunakan.
Dengan cakupan manfaat yang luas, asuransi kesehatan menjadi perlindungan dasar ideal untuk dimiliki seluruh anggota keluarga. Memiliki asuransi kesehatan bertujuan membantu mengurangi beban finansial akibat biaya medis yang muncul jika terjadi risiko jatuh sakit.
|Baca juga: Allianz Syariah: Asuransi Kesehatan Saja Tidak Cukup, Perlu Proteksi Penyakit Kritis
Asuransi Penyakit Kritis
Sedangkan, asuransi penyakit kritis memberikan manfaat khusus untuk melindungi finansial saat terdiagnosis penyakit kritis seperti kanker, stroke, serangan jantung, dan lain sebagainya. Manfaat tersebut berupa uang pertanggungan yang dibayarkan sekaligus (lump sum) dan dapat digunakan sesuai kebutuhan nasabah, beserta keluarganya.
Misalnya, dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti cicilan rumah, biaya sekolah anak, biaya makan sehari-hari, bahkan biaya pengobatan yang melebihi limit yang ditetapkan dalam asuransi kesehatan.
Selain itu, asuransi penyakit kritis juga dapat berfungsi sebagai income replacement, yaitu pengganti penghasilan saat nasabah tidak bisa produktif karena kondisi kesehatannya.
Selain asuransi kesehatan yang memiliki masa tunggu, asuransi penyakit kritis juga memiliki masa tunggu yang umumnya memiliki periode antara 80 hingga 90 hari sejak polis aktif. Artinya, jika penyakit kritis didiagnosis sebelum masa tunggu selesai, maka klaim tidak dapat disetujui.
Untuk itu, asuransi penyakit kritis sangat penting untuk dimiliki oleh pencari nafkah utama dalam keluarga. Namun, melihat meningkatnya kasus penyakit kritis di usia muda dan produktif, perlindungan ini penting dipertimbangkan oleh mereka demi menjaga kestabilan finansial jika risiko tak terduga terjadi.
Penjelasan Lebih Lanjut tentang Asuransi Penyakit Kritis
Jika tertarik dengan asuransi penyakit kritis yang memberi sejumlah uang sekaligus (lump sump) apabila terkena penyakit kritis, berikut beberapa informasi penting lainnya yang perlu diketahui sebelum memutuskan untuk memilikinya.
- Penyakit yang Ditanggung Asuransi Penyakit Kritis
Asuransi penyakit kritis akan memberikan manfaat jika kamu terdiagnosis penyakit kritis yang ditanggung sesuai ketentuan dalam polis. Manfaat tersebut dapat dibayarkan satu kali, lalu perlindungan berakhir. Namun di Allianz Indonesia melalui produk Asuransi Allianz Critical Plus (ACP) dapat dibayarkan lebih dari satu kali tergantung diagnosa penyakit.
Jumlah dan jenis penyakit yang ditanggung bisa berbeda-beda tergantung pada produk dan perusahaan asuransi. Ini contoh beberapa penyakit kritis yang biasanya ditanggung perusahaan asuransi:
Stroke
Serangan jantung
Jenis dan stadium kanker tertentu
Kondisi seperti multiple sclerosis
Transplantasi organ vital tubuh
Penyakit Parkinson
Penyakit Alzheimer dengan kondisi tertentu
Trauma berat pada kepala
Sebagian besar polis juga akan mempertimbangkan cacat permanen akibat cedera atau penyakit.
- Kapan Membutuhkannya?
Untuk mempertimbangkan membeli asuransi penyakit kritis jika, anda dan/atau keluarga sangat bergantung pada penghasilan pribadi untuk hidup sehari-hari. Atau anda menjadi tulang punggung keluarga. Selain itu, tidak mendapatkan tunjangan dari kantor saat harus cuti sakit dalam waktu lama.
Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, kamu tetap bisa fokus pada proses pemulihan tanpa terbebani kekhawatiran mengenai finansial.
- Faktor yang Pengaruhi Biaya Perlindungan
Premi asuransi penyakit kritis bisa berbeda-beda tergantung dengan kondisi pribadi dan perlindungan yang diambil. Berikut beberapa faktor yang memengaruhi biaya premi, antara lain:
Usia
Sedang merokok atau pernah merokok atau tidak
Kondisi kesehatan saat ini, berat badan, dan riwayat kesehatan keluarga
Besaran lump sum yang diinginkan
Periode pembayaran premi yang dipilih oleh nasabah
Jenis penyakit yang ditanggung
|Baca juga: Sejarah Perkembangan Produk Asuransi Penyakit Kritis
Jika dianggap berisiko terhadap kondisi tertentu, mungkin karena masalah kesehatan yang ada, penyakit tersebut dapat dikecualikan dari polis atau akan mendapatkan penyesuaian premi yang telah disesuaikan dengan kondisi calon nasabah.
Pertimbangan sebelum Mengambil Asuransi Penyakit Kritis
Sebelum memutuskan mengambil asuransi penyakit kritis, pastikan benar-benar membutuhkannya dengan bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan berikut:
Apakah sudah memiliki back up plan jika kamu terdiagnosa penyakit kritis, yang menyebabkan tidak bisa produktif?
Siapa yang akan mendukung kehidupan keluarga jika risiko berupa penyakit kritis menimpa?
Apakah tabungan cukup untuk mengganti penghasilan sementara?
Meski ada yang menjawab iya atau tidak untuk seluruh jawaban, namun sebelum terlambat, sebaiknya memiliki asuransi penyakit kritis. Salah satu yang bisa dipertimbangkan adalah Asuransi Allianz Critical Plus. Produk ini memberikan manfaat-manfaat utama untuk perlindungan finansial nasabah. Produk asuransi ini hadir sebagai solusi nyata untuk melindungi nasabah di saat yang kritis dan memastikan masa depan nasabah serta keluarga terlindungi.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
