1
1

Ramadan dan Idulfitri Disebut Periode Strategis Perkuat Kesadaran Masyarakat tentang Asuransi

Ilustrasi. | Foto: Insurance Asia/Vlad Deep from Unsplash

Media Asuransi, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan menyebutkan momentum Ramadan dan Idulfitri menjadi periode yang secara konsisten mendorong peningkatan sejumlah lini bisnis asuransi umum. Hal itu khususnya kendaraan bermotor dan kecelakaan diri atau personal accident.

Menurut Budi, lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, terutama melalui jalur darat, menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan perlindungan terhadap risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan.

|Baca juga: Prihati Pujowaskito Jadi Dirut BPJS Kesehatan 2026–2031, Ini Profilnya!

|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Catat Livin’ by Mandiri Tumbuh 49,3% di Januari 2026

“Dari sisi klaim, biasanya terdapat kecenderungan peningkatan pada asuransi kendaraan bermotor dan personal accident,” tutur Budi, kepada Media Asuransi, dikutip Selasa, 24 Februari 2026.

Selain dua lini tersebut, asuransi perjalanan dan properti juga memiliki potensi pertumbuhan, meski sifatnya lebih selektif. Asuransi properti, khususnya rumah tinggal, dinilai relevan karena banyak hunian ditinggalkan dalam keadaan kosong selama periode mudik.

Namun dalam praktiknya, lanjut Budi, laporan klaim umumnya baru tercatat setelah masa libur berakhir, ketika pemegang polis kembali dari mudik dan mengetahui adanya risiko yang terjadi selama periode tersebut.

|Baca juga: Investasi Asuransi di Saham Naik Jadi 20%, Bos AAUI: Industri akan Berhitung Cermat

|Baca juga: Penyaluran Kredit Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 15,62% Jadi Rp1.511,4 Triliun di Januari 2026

“Karena itu, secara statistik, lonjakan laporan klaim sering terlihat usai libur,” jelasnya.

Dari sisi strategi, Budi menilai, Ramadan menjadi momentum yang tepat bagi industri asuransi untuk meluncurkan produk-produk inovatif yang bersifat jangka pendek atau short term coverage.

|Baca juga: Bencana Banjir di Sumatra Diramal Buat Klaim Asuransi Melonjak di Kuartal I/2026

|Baca juga: PAAI Minta Dialog dengan DJP soal Perpajakan Agen Asuransi, Begini Respons AAUI!

Skema perlindungan khusus periode mudik atau libur Lebaran dengan durasi tertentu dan premi lebih terjangkau dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan perlindungan praktis dan fleksibel.

“Skema ini relevan dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan perlindungan praktis dan fleksibel sesuai periode risiko,” tegas Budi.

Secara keseluruhan, Budi menegaskan, Ramadan dan Idulfitri bukan hanya momentum peningkatan bisnis, tetapi juga periode strategis untuk memperkuat literasi risiko dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan asuransi di tengah meningkatnya aktivitas dan eksposur risiko musiman.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BI: Uang Beredar pada Januari 2026 Tumbuh Lebih Tinggi dibanding Desember 2025
Next Post BEI Hentikan Aktivitas Perdagangan Wanteg Sekuritas

Member Login

or