Media Asuransi, GLOBAL – Serangan bersama Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran yang memicu konfrontasi militer besar di Timur Tengah berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan asuransi bagi eksportir India. Pelaku usaha menilai eskalasi konflik dapat mengganggu kelancaran pengiriman barang ke Amerika Serikat dan Eropa.
Serangan tersebut diikuti aksi balasan Iran yang menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk di Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA). Perkembangan ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas jalur perdagangan utama dunia.
Melansir laman Outlook Business, Selasa, 3 Maret 2026, Federation of Indian Export Organisations (FIEO) menyatakan konflik yang berlangsung mulai mengganggu rantai logistik global. Perubahan rute penerbangan serta meningkatnya ketidakpastian jalur pelayaran di Laut Merah dan selat-selat strategis di Teluk berpotensi memperpanjang waktu pengiriman.
Apabila pengalihan rute berlangsung lama, kapal pengangkut barang diramal harus memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan, yang dapat menambah waktu tempuh sekitar 15 hingga 20 hari untuk pengiriman ke Eropa dan Amerika Serikat. Kondisi tersebut dinilai akan meningkatkan biaya operasional dan menekan daya saing eksportir.
|Baca juga: Sujaya Dinata Pangestu Akhiri Kepemimpinan di Asuransi Cakrawala Proteksi
|Baca juga: Dwi Ary Purnomo Resmi Lepas Jabatan Komisaris BTN (BBTN)
|Baca juga: Allianz Gelar MoveNow Impact Fund Dukung Penguatan Inklusi dan Literasi Keuangan RI
Selain itu, risiko geopolitik yang meningkat biasanya diikuti kenaikan premi asuransi laut. Kenaikan harga energi global juga berpotensi terjadi apabila konflik berlarut, sehingga berdampak pada biaya produksi dan stabilitas nilai tukar, termasuk tekanan terhadap Rupee.
Kekhawatiran serupa disampaikan pelaku industri tekstil dan kulit di India yang menilai pengiriman ke negara-negara Barat berisiko mengalami keterlambatan jika ketegangan terus meningkat.
Pemerintah India telah mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghindari eskalasi, serta menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas teritorial setiap negara.
Sebelumnya, ketegangan di kawasan Timur Tengah pada 2024 akibat perang Israel-Hamas juga sempat mengganggu pengiriman India melalui jalur Laut Merah. Saat itu, kapal-kapal harus mengambil rute lebih panjang untuk mencapai pasar Amerika Serikat dan Eropa.
Pelaku usaha menilai perkembangan terbaru ini perlu dimonitor secara ketat mengingat kawasan Timur Tengah merupakan jalur krusial perdagangan global, terutama bagi arus barang menuju pasar Barat.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
