Media Asuransi, GLOBAL – Sun Life Financial mencatat kenaikan laba bersih dalam setahun penuh 2025 sebanyak 13,9 persen secara tahunan (yoy) menjadi US$3,5 miliar. Dengan kondisi itu, laba per saham sepanjang tahun mencapai US$6,15 atau naik 16,9 persen secara tahunan.
Melansir Insurance Asia, Selasa, 24 Februari 2026, di Asia laba bersih mencapai US$207 juta pada kuartal IV. Angka tersebut naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar US$32 juta atau 18 persen.
|Baca juga: Prihati Pujowaskito Jadi Dirut BPJS Kesehatan 2026–2031, Ini Profilnya!
|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Catat Livin’ by Mandiri Tumbuh 49,3% di Januari 2026
Peningkatan utamanya didorong oleh peningkatan pendapatan perlindungan individu US$35 juta, dikarenakan penjualan yang kuat di sebagian besar pasar, pertumbuhan bisnis in force, pengalaman kematian yang baik di segmen dengan kekayaan bersih tinggi, pendapatan investasi yang lebih tinggi, serta biaya yang lebih rendah.
Hal tersebut sebagian diimbangi oleh kontribusi yang lebih rendah dari usaha patungan dan pengalaman kredit yang buruk. Bersamaan dengan itu, manajemen aset dan pendapatan kekayaan di Asia justru turun US$3 juta, sehingga mencerminkan pendapatan fee yang lebih rendah.
|Baca juga: Investasi Asuransi di Saham Naik Jadi 20%, Bos AAUI: Industri akan Berhitung Cermat
|Baca juga: Penyaluran Kredit Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 15,62% Jadi Rp1.511,4 Triliun di Januari 2026
Sedangkan di lini laba bersih yang dilaporkan di Asia adalah US$131 juta, naik US$120 juta (yoy), sebagian besar disebabkan oleh pendapatan dasar yang lebih tinggi dan tidak adanya biaya penurunan nilai pada tahun sebelumnya pada aset tidak berwujud bancassurance Vietnam.
Peningkatan ini sebagian diimbangi oleh dampak buruk terhadap pasar dan aktuarial, terutama dari pergerakan suku bunga. Penjabaran mata uang asing mengurangi laba bersih Asia sebesar US$2 juta dan melaporkan laba bersih sebesar US$1 juta
Penjualan asuransi individu di Asia berjumlah US$894 juta atau naik 49 persen (yoy), didorong oleh pertumbuhan di seluruh saluran di Hong Kong dan penjualan bancassurance yang lebih tinggi di India, yang sebagian diimbangi oleh penjualan broker dengan kekayaan bersih yang lebih rendah.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
