1
1

Trump Pangkas Tarif Jadi 19%, BI Bilang Positif Meski Produk AS Masuk Bebas ke RI

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) menilai kesepakatan tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan memberikan dampak positif terhadap prospek perekonomian nasional, terutama dari sisi perdagangan dan pasar keuangan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kesepakatan yang dicapai oleh Pemerintah Indonesia melalui tim negosiasi di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan arahan Presiden itu disambut baik oleh bank sentral.

|Baca juga: Insurance Market Leaders Award 2025 Media Asuransi

|Baca juga: Ini Peraih Market Leaders Asuransi Umum 2025

“Kami menyambut positif hasilnya tentu saja cukup bagus dan tentu saja kami terus akan melakukan suatu pendalaman mengenai secara rinci dampak-dampaknya baik terhadap pertumbuhan ekonomi, neraca perdagangan maupun terhadap pasar keuangan,” kata Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu, 16 Juli 2025.

“Secara keseluruhan kami memandang hasilnya ini akan positif,” tambah Perry.

Kesepakatan tersebut mencakup penurunan tarif impor produk Indonesia ke AS dari 32 persen menjadi 19 persen. Sementara itu, produk asal AS akan masuk ke Indonesia dengan tarif nol persen. Perry meyakini, meskipun impor dari AS berpotensi meningkat, namun hal itu dapat berdampak positif selama diarahkan pada kebutuhan yang produktif.

“Tentu saja hasil perundingan ini akan meningkatkan impor, tapi tentu saja kita lihat impornya yang produktif, yang tentu saja akan juga mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan, baik investasi maupun secara sektor yang lain,” jelasnya.

Dari sisi ekspor, Perry memperkirakan, kinerja ekspor Indonesia, khususnya ke pasar AS, akan tetap baik di tengah penyesuaian tarif yang telah disepakati. “Sehingga, secara keseluruhan tentu saja dalam ke depannya ini juga akan mendukung prospek ekonomi kita khususnya dari perdagangan,” tukasnya.

|Baca juga: Jasindo Raih Penghargaan Market Leaders Atas Kinerja Baik dan Transformasi Berkelanjutan

|Baca juga: Berikut Market Leaders Asuransi Jiwa 2025

Selain itu, Perry juga menyoroti dampak positif lainnya dari perjanjian tersebut terhadap pasar keuangan. Kesepakatan ini dinilai mampu menciptakan kepastian bagi pelaku pasar, baik dari dalam maupun luar negeri, dalam mengambil keputusan bisnis ke depan.

“Secara keseluruhan kami juga akan berdampak positif terhadap ekspektasi pasar dan aliran modal asing jangka pendek ke Indonesia. Termasuk juga akan memperbaiki ekspektasi para pengusaha dan para pelaku di sektor keuangan perbankan untuk membuat keputusan-keputusan bisnis ke depan,” ungkap Perry.

Sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan bilateral, Indonesia juga berkomitmen untuk membeli energi dari AS senilai US$15 miliar, serta produk pertanian sebesar US$4,5 miliar. Selain itu, Indonesia akan membeli 50 unit pesawat buatan Boeing, sebagian besar di antaranya adalah jet Boeing 777.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Insurance Market Leaders Award 2025 Media Asuransi
IHSG
Next Post BEI Hentikan Perdagangan 2 Saham Emiten Baru

Member Login

or