1
1

Pengamanan Berlapis Data Center Kunci Ketahanan Infrastruktur Digital Nasional

Ilustrasi. | Foto: Axis Communications

Media Asuransi, JAKARTA – Pusat Data (Data Center) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern di dunia, termasuk Indonesia. Data Center menjadi lokasi vital bernilai sangat tinggi yang mendukung kelancaran pelayanan publik maupun swasta, aliran informasi dan konektivitas, transformasi digital, kota pintar (smart cities), hingga pengumpulan dan penyimpanan data. Oleh karenanya, keamanan Data Center menjadi sangat krusial dan strategis.

Country Manager Axis Communications Johny Dermawan, menjelaskan dengan fungsinya yang sangat vital, Data Center menuntut operasi tanpa henti (zero downtime). Sebagai infrastruktur kritis, kecenderungan ancaman dan risiko harus ditangani dengan teliti sejak dini.

|Baca juga: NeutraDC Nxera Batam dan Medco Power Kolaborasi Hadirkan Renewable Energy untuk Data Center AI Enabler

Data Center adalah infrastruktur fisik dimana tantangan tidak hanya bersifat digital, tetapi juga material. Ancaman bisa bersifat makro dan operasional yang menuntut tim teknologi informasi dan keamanan untuk terus waspada,” kata Johny dalam keterangan resmi, Sabtu, 21 Februari 2026.

Pada tingkat makro, risiko yang dihadapi lokasi Data Center meliputi biaya pasokan listrik, inflasi, ketersediaan dan retensi talenta lokal, kondisi geopolitik, serta perubahan rantai pasok global pada era pasca pandemi. Secara operasional, tantangan Data Center muncul dari tuntutan zero downtime, gangguan, akses ilegal, keselamatan karyawan, penyamaran (impersonation), serta serangan siber. Seluruh ancaman tersebut dapat menimbulkan konsekuensi serius apabila tidak ditangani sejak tahap perancangan awal (commissioning).

|Baca juga: Permintaan Data Center Mendorong Inovasi Solusi Pendingin

Johny menjelaskan, bahwa kunci pengamanan Data Center adalah penerapan sistem keamanan terintegrasi melalui pendekatan berlapis (multi-layered approach). Pendekatan ini terdiri dari enam kombinasi yang saling memperkuat satu sama lain.

Dari perspektif eksternal, lokasi Data Center seringkali memiliki perimeter yang luas, dengan upaya penyusupan sebagai ancaman utama. Oleh karena itu, “Pemasangan kamera termal dan visual multi sensor di sepanjang perimeter yang dikombinasikan dengan radar dan solusi audio memberikan garis pertahanan yang kuat dan komprehensif,” ujar Johny.

Editor : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Apa Itu Private Banking dan Siapa yang Membutuhkannya?

Member Login

or