Media Asuransi, JAKARTA – Pergerakan harga emas di pasar spot pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak menguat setelah ditutup menguat kemarin.
Analis Sinarmas Future, Ariston Tjendra, menjelaskan bahwa harga emas spot bergerak menguat dan ditutup naik kemarin, didorong oleh pelemahan dolar AS karena keputusan Bank Sentral Jepang.
“Bank Sentral Jepang, di luar ekspektasi, menaikkan batas atas tingkat imbal hasil obligasi pemerintah dari 0,25% ke 0,5%,” katanya kepada Media Asuransi, Rabum 21 Desember 2022.
|Baca juga: Harga Emas Berpotensi Menguat ke Level US$1.800
Menurutnya, pasar menganggap kebijakan ini sebagai kebijakan pengetatan sehingga mendorong pelemahan dolar AS terhadap yen Jepang dan mata uang major lainnya.
Harga emas spot yang berdenominasi dolar AS pun mendapatkan katalis positif dari pelemahan dolar AS.
Malam ini data survei tingkat keyakinan konsumen AS bulan Desember dan penjualan rumah second AS bulan Nov bisa menjadi katalis harga emas. Data yang lebih buruk dari proyeksi bisa mendorong lagi kenaikan harga emas, dan sebaliknya.
“Hari ini peluang kenaikan masih terbuka ke arah US$1.830. Tapi pasar juga harus mewaspadai koreksi hingga kisaran US$1.800.”
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Related Posts
Ekonomi
Salurkan Bansos Rp15,1 Triliun, Bank Mandiri (BMRI) Jangkau Lebih 7,45 Juta Penerima di 2025
Kamis, 12 Februari 2026
Ekonomi
Permata Bank (BNLI) Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp163,3 Triliun di 2025
Kamis, 12 Februari 2026
Asuransi
