1
1

Liburan di Dalam Negeri tapi Anggaran Jebol? Ini Biang Keroknya!

Ilustrasi. | Foto: Freepik

Media Asuransi, JAKARTA – Liburan di dalam negeri memang terasa lebih tenang karena kita tidak perlu pusing soal bahasa atau perbedaan budaya yang drastis. Sayangnya rasa nyaman ini sering membuat kita lengah.

Mengutip Bank Neo Commerce, Minggu, 25 Januari 2026, kita biasanya sangat rinci saat memesan tiket dan hotel, tapi membiarkan urusan makan berjalan tanpa rencana. Tanpa disadari pengeluaran kecil untuk jajan yang dilakukan terus-menerus justru menjadi beban paling berat bagi dompet kita di akhir perjalanan.

Kenapa biaya makan selalu terasa membesar? Saat liburan, ritme makan berubah. Kamu tidak lagi makan di jam yang sama seperti hari kerja. Sarapan bisa bergeser jadi brunch, lalu ditutup dengan makan malam yang lebih panjang. Di sela-sela itu, selalu ada kopi, camilan, atau jajanan khas daerah yang sayang untuk dilewatkan.

Harga makanan di destinasi wisata juga cenderung lebih tinggi. Warung yang lokasinya strategis sering mematok harga di atas rata rata. Ditambah lagi, suasana liburan membuat kamu lebih permisif. Rasanya wajar untuk jajan lebih sering karena ini momen bersenang-senang.

Efek psikologis liburan pada pola konsumsi

Saat traveling, otak bekerja dengan mode yang berbeda. Kamu ingin mencoba hal baru, termasuk makanan lokal yang sedang viral. Ada dorongan untuk mencicipi semuanya karena takut menyesal jika melewatkan.

Efek ini membuat pengeluaran terasa ringan di awal. Seporsi makanan atau segelas kopi terlihat kecil nilainya. Namun ketika dijumlahkan di akhir hari, totalnya bisa mengejutkan. Tanpa disadari, biaya makan harian saat liburan bisa dua hingga tiga kali lipat dari hari biasa.

Jajan kecil yang menggerogoti anggaran

Jajan sering dianggap pengeluaran receh. Es kopi susu, gorengan lokal, dessert khas daerah, atau oleh oleh makanan ringan. Nilainya mungkin tidak besar per transaksi, tapi frekuensinya tinggi.

Traveling identik dengan jalan kaki dan eksplorasi. Setiap berhenti sejenak sering diikuti dengan beli sesuatu. Kebiasaan ini terasa menyenangkan, tapi berdampak langsung ke anggaran harian.

Perbedaan biaya makan di setiap kota

Indonesia punya variasi biaya hidup yang luas. Makan di kota besar tentu berbeda dengan kota kecil atau daerah wisata populer. Di beberapa destinasi, harga makanan bisa melonjak saat musim liburan.

|Baca juga: Begini 7 Cara Menyatukan Gaya Keuangan di Awal Pernikahan

|Baca juga: 7 Cara Generasi Muda Mengelola Waktu agar Hidup Tetap Seimbang

|Baca juga: 6 Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Rumah Tangga yang Ingin Usaha di Rumah

Jika tidak menyesuaikan ekspektasi sejak awal, kamu bisa merasa anggaran jebol lebih cepat. Perencanaan kasar soal biaya makan per hari membantu menjaga pengeluaran tetap masuk akal.

Cara lebih sadar mengatur biaya makan saat traveling

Langkah pertama adalah mengakui bahwa biaya makan dan jajan memang signifikan. Dari sini, kamu bisa mulai membuat batas harian yang fleksibel. Bukan untuk membatasi kesenangan, tapi agar tetap sadar.

Kamu bisa memilih satu atau dua momen makan yang ingin dibuat spesial. Selebihnya, pilih opsi yang lebih sederhana. Misalnya sarapan di penginapan atau makan di tempat lokal yang tidak terlalu turistik.

Membawa botol minum sendiri juga membantu mengurangi pembelian minuman berulang. Hal kecil seperti ini terasa sepele, tapi berdampak besar dalam beberapa hari perjalanan.

Mengatur jajan tanpa mengurangi pengalaman

Traveling tanpa jajan terasa kurang lengkap. Kuncinya bukan menghilangkan, tapi memilih dengan sadar. Kamu bisa fokus pada jajanan khas yang benar benar ingin dicoba, bukan membeli semua yang lewat di depan mata.

Mencatat pengeluaran harian secara singkat di ponsel membantu kamu tetap terhubung dengan kondisi anggaran. Tidak perlu detail rumit. Cukup tahu kisaran yang sudah terpakai.

Makan sebagai bagian dari cerita perjalanan

Makanan sering menjadi bagian paling diingat dari sebuah perjalanan. Dari sarapan sederhana sampai makan malam panjang bersama teman atau keluarga. Karena itu, biaya makan bukan sesuatu yang perlu disesali, selama direncanakan dengan sadar.

Dengan pendekatan yang lebih realistis, kamu bisa menikmati kuliner lokal tanpa rasa bersalah. Liburan tetap menyenangkan, dompet pun tidak terasa kaget saat pulang.

Peran pembayaran digital saat traveling

Saat traveling, kemudahan transaksi ikut memengaruhi pola jajan. QRIS kini tersedia di banyak kota, dari kafe hingga pedagang kaki lima. Tinggal scan, bayar, dan lanjut jalan.

Pembayaran digital membantu kamu melihat pengeluaran dengan lebih jelas. Semua tercatat otomatis, sehingga kamu tahu ke mana uang pergi. Ini membantu menjaga kontrol tanpa harus menghitung uang tunai setiap saat.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post 7 Pencapaian di Usia 20-an yang Layak Kamu Banggakan

Member Login

or