Media Asuransi, JAKARTA – Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri, menghadiri UN Tourism Ministers’ Summit 2026 yang diselenggarakan dalam rangkaian ITB Berlin di CityCube Berlin, Jerman. Forum tingkat tinggi yang digelar oleh UN Tourism bekerja sama dengan Messe Berlin ini mengangkat tema “Empowering Emerging Destinations: From Potential to Performance” dan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi global di tengah pemulihan pariwisata dunia yang semakin solid.
Menpar: Sektor Pariwisata Lampaui Target 2025 dan Berdampak Positif
Dalam pertemuan yang mempertemukan para Menteri Pariwisata, pemimpin sektor swasta, serta pemangku kepentingan industri global tersebut, Menteri Widiyanti Putri melakukan dialog dan pertukaran pandangan mengenai berbagai isu strategis yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi destinasi berkembang. Diskusi menyoroti pentingnya tata kelola yang kuat dalam mengelola pertumbuhan pariwisata agar tetap terarah dan tidak membebani infrastruktur, masyarakat, maupun lingkungan.
Selain itu, forum ini juga membahas penyelarasan investasi dengan prioritas destinasi dan manfaat nyata bagi komunitas lokal, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan data dan teknologi digital dalam mendukung perencanaan dan inovasi sektor pariwisata.
Ms. Shaikha Al Nuwais, Sekretaris Jenderal UN Tourism, dalam pembukaan UN Tourism Ministers’ Summit menekankan hubungan erat antara Pariwisata dan perdamaian, menyatakan bahwa Pariwisata membutuhkan perdamaian dan sebaliknya, perdamaian menumbuhkan Pariwisata. Keterkaitan yang tak terpisahkan ini sangat penting dalam memajukan konektivitas dan infrastruktur pariwisata, yang kemudian memungkinkan pengembangan destinasi wisata, mengubah potensi menjadi realitas yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Widiyanti Putri menyampaikan bahwa pertumbuhan pariwisata global yang signifikan harus diiringi dengan kebijakan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi. Indonesia memandang bahwa transformasi destinasi berkembang tidak hanya berfokus pada peningkatan angka kunjungan, tetapi juga pada kualitas pengalaman wisata, pemerataan manfaat ekonomi, serta ketahanan destinasi dalam jangka panjang.
pariwiInJourney Perkuat Pariwisata Bali dan Nusa Tenggara
Indonesia juga berbagi pengalaman dalam pengembangan destinasi berbasis komunitas, strategi pariwisata berkelanjutan, serta model kemitraan publik–swasta yang mendorong investasi berkualitas dan berdampak luas.
Keikutsertaan Indonesia dalam UN Tourism Ministers’ Summit 2026 menegaskan kembali komitmen negara dalam memperkuat diplomasi pariwisata dan memperluas jaringan kerja sama internasional.
Sambangi BCA Expoversary 2026, Wamenpar Menari Adat Khas Sumba di Booth Bakti BCA
Indonesia mendapat apresiasi dan dijadikan contoh oleh banyak menteri pariwisata global, khususnya dalam hal investasi dan promosi, manajemen destinasi, serta pemanfaatan teknologi, terutama AI, dalam strategi pemasaran pariwisata.
Forum ini diharapkan dapat menghasilkan solusi praktis dan langkah konkret yang dapat diterapkan oleh negara-negara anggota, khususnya dalam mendorong emerging destinations agar mampu bertransformasi dari sekadar memiliki potensi menjadi destinasi yang benar-benar berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
