Media Asuransi, JAKARTA – Ramadan kembali menjadi periode dengan lonjakan konsumsi terbesar dalam siklus tahunan ritel Indonesia. Tahun ini, persaingan di marketplace diprediksi semakin memanas. Para pelaku UMKM di marketplace menunjukkan optimisme yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Survei internal Bakolan kepada lebih dari 80 pelaku UMKM perdagangan dari berbagai kategori produk di marketplace menunjukkan 78 persen UMKM siap menghadapi lonjakan permintaan, bahkan 67 persen di antaranya mengaku sangat siap. Temuan ini menandakan pelaku usaha semakin matang dan strategis dalam mempersiapkan momentum penjualan terbesar sepanjang tahun.

“Kami melihat ada peningkatan kepercayaan diri pelaku usaha dalam menyambut Ramadan tahun ini. Mereka tidak hanya bersiap secara operasional, tetapi juga lebih berani dalam menyusun strategi promosi,” ujar Angky Yan Pramudya, CEO Bakolan.
|Baca juga: AdaKami Berikan Dukungan Kepada 8 UMKM Lokal
Sebanyak 89 persen pelaku usaha menempatkan ketersediaan stok barang atau bahan baku sebagai prioritas utama, menegaskan pentingnya kesiapan supply chain dalam menjaga performa penjualan. Di saat yang sama, 67 persen pelaku usaha memprioritaskan promosi dan diskon sebagai strategi utama untuk menarik konsumen.
Diskon harga tetap menjadi pilihan seluruh pelaku usaha sebagai strategi utama. Namun, pendekatan promosi kini semakin variatif. Sebanyak 56 persen pelaku usaha mengombinasikan diskon dengan bundling produk untuk meningkatkan nilai transaksi, sementara 22 persen menyiapkan gratis ongkir dan cashback sebagai insentif tambahan.
Di tengah optimisme, tantangan terbesar yang dihadapi adalah sulitnya memprediksi lonjakan permintaan, diakui oleh 56 persen responden. Ketidakpastian pola belanja konsumen membuat pelaku usaha harus lebih cermat mengelola persediaan dan arus kas agar tetap adaptif terhadap perubahan pasar.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
