Media Asuransi, GLOBAL – Singapura semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin regional dalam layanan kesehatan canggih dengan mengadopsi teknologi pencitraan intraoperatif berbasis AI untuk perawatan paru-paru.
Persetujuan regulasi terbaru atas platform inovatif yang dirancang untuk meningkatkan deteksi dini kanker paru-paru menandai langkah penting menuju peningkatan akurasi diagnostik, memfasilitasi intervensi tepat waktu, dan memperkuat luaran pasien dalam kondisi pernapasan kompleks, menurut GlobalData, perusahaan data dan analitik terkemuka.
|Baca juga: Diastika Biotekindo (CHEK) Gandeng MIRXES Hadirkan Teknologi Deteksi Dini Kanker
Otoritas Ilmu Kesehatan (HSA) baru-baru ini memberikan persetujuan pra-pasar untuk LungVision dari Body Vision Medical, yang membuka jalan bagi komersialisasi platform diagnostik bertenaga AI di Singapura. Teknologi ini dapat meningkatkan akurasi diagnostik dan memfasilitasi intervensi dini bagi pasien kanker paru-paru, sehingga berpotensi meningkatkan luaran pasien. Keputusan HSA ini menggarisbawahi komitmen Singapura untuk merangkul solusi layanan kesehatan yang inovatif.
Divya Soni, Analis Alat Kesehatan di GlobalData, mengatakan dengan kanker paru-paru sebagai salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia, teknologi yang meningkatkan deteksi dini dapat berdampak signifikan pada tingkat kelangsungan hidup pasien.
|Baca juga: Inilah Jenis Medical Check Up dan Biayanya
“Inovasi seperti LungVision menunjukkan bagaimana AI diintegrasikan ke dalam alur kerja klinis rutin, menyederhanakan pengambilan keputusan, dan mendukung dokter dalam prosedur yang kompleks,” katanya dalam riset dikutip, Minggu, 31 Agustus 2025.
LungVision memanfaatkan navigasi yang dipandu AI dengan melapisi data pencitraan pada fluoroskopi langsung, menciptakan visualisasi layaknya CT scan selama bronkoskopi.
Pemetaan real-time ini memungkinkan dokter spesialis paru untuk menemukan nodul kecil secara akurat, termasuk yang sebelumnya sulit dijangkau, sehingga prosedur menjadi lebih efisien, kurang invasif, dan lebih cocok untuk diagnosis dini, yang pada akhirnya berkontribusi pada hasil pasien yang lebih baik.
Soni menyimpulkan dengan mengadopsi platform mutakhir tersebut, Singapura memperkuat hasil layanan kesehatan dan ekosistem inovasinya. “Integrasi AI ke dalam praktik klinis rutin tidak hanya meningkatkan standar perawatan pasien, tetapi juga memperkuat posisi negara ini sebagai pemimpin regional yang mendorong masa depan pengobatan presisi.”
Editor: Achmad Aris
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News