Media Asuransi, JAKARTA – Banyak yang pengen menjadi miliarder dan memiliki kekayaan berupa uang tunai di Tabungan mencapai Rp1 miliar atau lebih. Namun mereka tidak tahu bagaimana caranya.
Sering kita jumpai keluhan, “Baru gajian uang sudah habis”, ” Gaji tujuh juta koma…, baru tujuh hari sudah koma. Boro-boro mau jadi milyader, mau sisain uang buat tabungan aja susah”.
|Baca juga: Generasi Muda Wajib Mengatur Waktu agar Tetap Waras di Tengah Hidup yang Terlalu Padat
Siapa bilang karyawan dengan level staf tidak dapat punya uang miliaran dengan cara halal dan legal. Kemungkinan memiliki uang bernilai miliaran terbuka lebar asal benar memilih instrumen investasi dan rutin mengisinya.
Karena predikat orang kaya itu bukan berasal dari seberapa besar gaji tapi seberapa besar aset yang dimiliki. Nah, kepemilikan aset itu didapat dengan berinvestasi. Semakin muda kamu berinvestasi semakin cepat dan besar pula dana yang didapat.
|Baca juga: 6 Cara Persiapan Musim Sekolah Anak Tanpa Membuat Keuangan Kaget
Dikutip dari blog Samuel Aset Manajemen, ternyata ada cara sederhana untuk mengembangkan uang Rp1 juta menjadi Rp1 miliar, yaitu dengan menabung di reksa dana. Asal tekun dan rutin menyisihkan Rp1 juta dari penghasilan bulanan kita bisa membangun dana kecil ini menjadi besar.
Sisihkan investasi terlebih dahulu, bukan menunggu kalau gaji sisa setelah dipakai berbelanja. Karena jika tidak disisihkan di awal, uang seberapa pun bisa habis. Bukan habis untuk sesuatu yang memang dibutuhkan, tapi dipakai untuk kesenangan atau keinginan yang tidak diperlukan. Dan yang juga penting, lakukan investasi secara rutin.
Kinerja reksa dana saham di tahun 2017, contohnya, memberikan imbal hasil rata-rata 11,25 persen. Dengan menggunakan konsep compound interest atau bunga majemuk membuktikan bahwa waktu adalah faktor yang sangat berpengaruh dalam investasi.
ika kamu investasikan Rp 1 juta per bulan, dengan imbal hasil 11,25 persen maka dana kamu dapat mencapai Rp 1,02 miliar dalam waktu 21 tahun. Hasil investasi kamu bisa melebihi angka 1,02 M jika kamu tidak hanya menyisihkan gaji bulanan, tapi juga bonus tahunan.
Agar tidak repot, kita dapat mendaftar ke bank agar bisa autodebet rekening kita untuk mengisi investasi kita ke rekening reksa dana. Investasi reksa dana sangat terjangkau. Dengan nilai nominal Rp 100 ribu saja, kita sudah bisa berinvestasi. Selain itu untuk memperolehnya sangat mudah karena sudah banyak perusahaan pengelola reksa dana (Manajer Investasi) yang telah menyediakan fasilitas pembelian secara online. Jaman now memang dimudahkan dengan akses yang lebih murah dan mudah.
|Baca juga: Haruskah Kita Memasang Target Tabungan Sesuai Usia? Temukan Jawabannya di Artikel Ini!
Adapun kelebihan berinvestasi rutin tiap bulan, kita tidak perlu sering-sering mengecek keadaan pasar dan situasi ekonomi. Jadi kita dapat menjalani hidup dengan normal dan tenang sementara investasi tetap menghasilkan.
Jika kamu tidak sanggup menyisihkan Rp1 juta per bulan dan hanya bisa menyisihkan Rp500.000 per bulan, hasil investasi dalam jangka panjang juga tidak mengecewakan. Sebagai gambaran, jika kamu bekerja dan memiliki gaji Rp 5 juta dan menyisihkan 10 persen gaji sebesar Rp 500.000 untuk berinvestasi di reksa dana saham. Dengan mengambil acuan return rata-rata reksa dana saham 2017 sebesar 11,25 persen. Maka dana hasil investasi kamu selama 25 tahun ke depan akan mencapai Rp830 juta.
Ada yang bilang, waktu terbaik investasi itu adalah 20 tahun yang lalu dan waktu terbaik berikutnya adalah saat ini juga. Jadi semakin dini dan semakin muda kalian memulai investasi maka hasilnya akan jauh lebih baik.
Jadi tunggu apalagi untuk membuka rekening investasi reksa dana? Segera buka sekarang juga!
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
