Media Asuransi, JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat surat utang yang diterbitkan PT Indosat Tbk (ISAT) akan jatuh tempo pada 26 Oktober 2025.
Dua surat utang itu adalah Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2022 Seri A (peringkat idAAA) senilai Rp875,0 miliar dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2022 Seri A (peringkat idAAA(sy)) senilai Rp375,0 miliar.
“Perusahaan berencana melunasi surat utang yang akan jatuh tempo tersebut menggunakan dana internal, dengan posisi kas per akhir Maret 2025 tercatat senilai Rp4,3 triliun,” tulis Pefindo dalam keterangan resmi dikutip, Rabu, 16 Juli 2025.
|Baca juga: Indosat Ooredoo Gandeng Bank Saqu Perluas Inklusi Keuangan Digital
Selain itu, perusahaan memiliki fasilitas kredit yang belum digunakan senilai Rp5,3 triliun pada akhir Juni 2025 yang dapat digunakan sebagai sumber alternatif pembayaran apabila dibutuhkan.
Sebelumnya, Pefindo menetapkan peringkat idAAA untuk PT Indosat Tbk (ISAT) dan obligasi yang masih beredar, serta peringkat idAAA(sy) untuk sukuk yang masih beredar. Prospek untuk peringkat perusahaan adalah stabil.
|Baca juga: Bos Baru Telkom (TLKM) Diingatkan Pentingnya Kedaulatan Digital, Kenapa?
Peringkat mencerminkan tingkat kemungkinan yang kuat akan adanya dukungan dari pemegang saham mayoritas, posisi pasar perusahaan yang sangat kuat, dan margin laba yang kuat. Namun, peringkat dibatasi oleh struktur permodalan yang moderat dan ketatnya persaingan di industri telekomunikasi.
Peringkat dapat diturunkan jika ISAT secara agresif mendanai ekspansi bisnis dengan utang yang secara substansial lebih besar dari yang diproyeksikan tanpa diimbangi dengan membaiknya pendapatan dan marjin laba dalam jangka waktu dekat hingga menengah.
Peringkat juga dapat diturunkan jika Pefindo menilai terjadi penurunan signifikan dalam hubungan dengan atau dukungan dari pemegang saham.
Editor: Achmad Aris
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News