Media Asuransi, JAKARTA – Banyak masyarakat terutama pekerja dengan mobilitas tinggi terjebak pada tren kesehatan instan yang tidak berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, dalam momentum World Health Day bertema ‘Together for Health, Stand with Science‘, Allianz Indonesia menghadirkan inisiatif wellbeing.
Chief People & Culture Allianz Life Indonesia Nina Hatumena mengungkapkan inisiatif itu untuk mendorong gaya hidup sehat yang lebih realistis dan berbasis bukti. Di tengah rutinitas kerja yang padat, tambahnya, kesehatan sering jadi prioritas terakhir atau baru dipikirkan ketika ada tren.
|Baca juga: Dorong Gaya Hidup Sehat, Allianz Indonesia Hadirkan Inisiatif Wellbeing
Mengutip keterangan tertulis Allianz Indonesia, Rabu, 8 April 2026, Nina menjelaskan, inisiatif wellbeing menghadirkan Melanie Putria, Public Figure, Runner, dan Wellness Enthusiast, serta Rinta Agustiani Dwiputra, S.Gz, M.M, Nutritionist & Health Expert Itsbuah.
Rinta menekankan tantangan terbesar dalam menerapkan gaya hidup sehat saat ini bukan pada kurangnya informasi, melainkan kesalahan dalam memahami dan memilih informasi yang tepat.
“Banyak orang ingin hidup sehat, tapi terjebak pada tren atau solusi instan yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Akibatnya, hasilnya tidak bertahan lama, bahkan bisa berdampak sebaliknya,” jelasnya.
Ia mencontohkan fenomena yang sering terjadi saat seseorang mengikuti tren diet tanpa pemahaman tepat yang dapat mengganggu metabolisme tubuh, seperti efek yoyo, yaitu kondisi ketika berat badan turun drastis dalam waktu singkat, namun kembali naik dengan cepat, bahkan bisa lebih tinggi dari sebelumnya.
|Baca juga: Dana Pensiun Mulai Terapkan Life Cycle Fund, OJK Soroti Tantangan Berikut!
Berangkat dari kondisi tersebut, sesi ‘Trend vs Truth’ dihadirkan untuk membantu peserta memilah berbagai pola hidup sehat yang populer, serta memahami mana yang benar-benar bermanfaat dan mana yang berisiko jika dilakukan tanpa pendampingan yang tepat.
Sementara Melanie menyoroti kesalahpahaman umum terkait aktivitas fisik sehari-hari. “Banyak orang merasa sudah cukup aktif karena aktivitas harian seperti beres-beres rumah atau berjalan saat menggunakan transportasi umum. Padahal itu termasuk Non-Exercise Physical Activity (NEPA), yaitu aktivitas fisik non-olahraga,” ujarnya.
Ia menjelaskan aktivitas seperti berjalan ke stasiun, berdiri di KRL, atau naik tangga memang bermanfaat bagi tubuh, namun belum dapat menggantikan olahraga yang terstruktur dan terukur. Dirinya menekankan empat pilar utama gaya hidup sehat, yaitu olahraga, nutrisi, istirahat & recovery, serta manajemen stres.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
