Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis di awal pekan ini. IHSG tergerus 0,08 persen atau 5 poin ke level 7.091. Proses negosiasi perang Iran vs Israel-AS yang masih menemui jalan buntu menyebabkan investor menghindari aset berisiko saham.
|Baca juga: IHSG Turun ke 7.070 di Sesi I
Total volume perdagangan saham di BEI pada Senin mencapai 24,71 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,55 triliun. Sebanyak 403 saham turun, dan 272 saham menguat, serta 149 saham yang stagnan.
Tidak hanya bursa Indonesia, sentimen geopolitik juga menghantam sejumlah bursa saham Emerging Market Asia – terutama India, Thailand, dan Filipina – terpukul oleh perang AS-Israel melawan Iran. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan pelebaran defisit transaksi berjalan.
|Baca juga: Jajaran Petinggi BCA Kompak Borong Saham BBCA untuk Investasi Jangka Panjang
Peso Filipina sempat menyentuh 60,801 per dolar, level terendahnya terhadap dolar AS sementara indeks saham di Manila anjlok 1,7 persen di tengah ancaman serius kekurangan pasokan energi.
Bursa saham Indonesia juga menghadapi arus keluar dana asing berkelanjutan akibat kekhawatiran dampak harga minyak tinggi, serta risiko fiskal dan tata kelola. Reuters mencatat, investor asing telah menarik dana sebesar Rp21,37 triliun (USD1,26 miliar) dari pasar saham Indonesia sepanjang bulan ini – arus keluar terbesar dalam lebih dari satu decade.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
