Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan sesi I Kamis, 26 Februari 2026. Setelah dibuka di zona hijau IHSG akhirnya merosot 0,81 persen atau 67,04 poin ke level 8.255,18 pada perdagangan sesi pertama.
|Baca juga: Tambah Investasi, Direktur XL Axiata (EXCL) Yessie Yosetya Borong 140 Ribu Lembar Saham
Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 26,32 miliar dengan nilai transaksi Rp14,87 triliun. Sebanyak 450 saham turun jadi pemberat IHSG, sementara 202 saham lainnya menguat serta 163 saham stagnan.
Bursa saham Asia dibuka dengan tekanan tarif Amerika Serikat yang kembali mencuat. Donald Trump mengajukan banding atas keputusan Mahkamah Agung terkait tarif impor yang diputuskan sebesar 10 persen namun kemudian Trump berencana mengajukan kenaikan ke level 15 persen.
|Baca juga: IHSG Terimbas Penguatan Bursa Regional
Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak, dengan kemungkinan penyesuaian tarif dari level 19 persen ke 15 persen. Perkembangan ini berpotensi memengaruhi arah perdagangan dan ekspor domestik.
Sementara itu, dari dalam negeri, pemerintah dikabarkan akan membatasi izin pendirian minimarket baru. Kebijakan ini dinilai dapat menekan emiten ritel modern, seiring dengan penguatan koperasi desa Merah Putih sebagai alternatif distribusi.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
