Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau di akhir sesi I, Selasa, 3 Maret 2026, setelah sempat turun di zona merah. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG menguat tipis 0,03 persesn atau 2,71 poin ke level 8.019,54.
|Baca juga: Konflik Timur Tengah dan Penutupan Selat Hormuz, OJK Soroti Ancaman Inflasi dan Volatilitas Pasar
Total volume perdagangan saham di BEI siang ini mencapai 27,93 miliar dengan nilai transaksi Rp18,22 triliun. Sebanyak 374 saham menguat, 307 saham lainnya melemah dan 132 saham stagnan.
Penguatan IHSG terjadi di tengah fenomena mulai merangkaknya harga minyak dunia akibat perang Iran versus Israel-AS. Harga minyak Brent hari ini naik 2 persen ke US$78 per barel dari penutupan Senin kemarin. Bahkan analis memerkirakan harga minyak dunia akan naik ke level US$200 per barel dalam waktu dekat setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur transportasi satu-satunya produksi minyak dari Timur Tengah ke seluruh dunia. Harga ini merupakan harga tertinggi atau pecah rekor sepanjang sejarah minyak dunia.
|Baca juga: IHSG Berpotensi Bertenaga Hari Ini, Berikut 4 Rekomendasi Saham Pilihan!
Harga minyak tinggi dalam jangka panjang akan mengancam perekonomian global, yaitu melambatnya ekonomi global bahkan krisis ekonomi karena minyak asal Timur Tengah menyumbang sekitar 26-27 persen dari total produksi minyak mentah dunia. Arab Saudi sendiri sebagai produsen utama menyumbang sekitar 10-11 persen dari produksi global, sementara total kawasan Timur Tengah memiliki cadangan minyak mencapai 48 persen dari total dunia.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
