Media Asuransi, JAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana bersama Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa dalam Laporan Bulanan menyampaikan, bahwa sepanjang tahun 2025, pariwisata Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dari peningkatan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara serta perjalanan wisatawan nusantara.
|Baca juga: Perjalanan Wisatawan Nusantara Tumbuh Signifikan di 2025
Dalam keterangannya dikutip Kamis, 15 Januari 2026, Menteri Pariwisata Widiyanti mengungkapkan secara kumulatif, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 10,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 12,66 juta kunjungan.
“Dari sisi pasar utama, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih didominasi oleh lima negara penyumbang terbesar, yaitu Malaysia, Australia, Singapura, Tiongkok, dan Timor Leste. Kelima negara ini secara kumulatif menyumbang lebih dari 56 persen total kunjungan wisatawan mancanegara pada November 2025,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.
|Baca juga: Desa Wisata hingga Keselamatan Berwisata Jadi Program Flagship Kemenpar di 2026
Menurutnya, komposisi tersebut menunjukkan kuatnya pasar regional, sekaligus menjadi pengingat pentingnya penguatan konektivitas, promosi yang tepat sasaran, serta peningkatan kualitas layanan guna memperluas pasar ke kawasan lainnya.
Dari sisi pintu masuk udara, kunjungan wisatawan mancanegara masih terkonsentrasi pada lima bandara utama, yakni Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Soekarno–Hatta Jakarta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Kualanamu Medan, dan Bandara Internasional Yogyakarta.
“Kelima pintu masuk ini merupakan simpul strategis konektivitas pariwisata internasional Indonesia dan akan terus diperkuat, baik dari sisi layanan, pengalaman kedatangan, maupun integrasi dengan destinasi,” ucap Menteri Pariwisata Widiyanti.
Sementara itu, secara kumulatif, selisih antara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nasional meningkat 4,52 juta pada Januari – November 2024 menjadi 5,64 juta pada Januari – November 2025. Kondisi ini memberikan sinyal positif bagi penguatan neraca pariwisata dan devisa nasional, sekaligus meningkatnya daya tarik Indonesia sebagai destinasi tujuan.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
