Media Asuransi, JAKARTA – Investasi reksa dana menjadi salah satu pilihan populer karena mudah, terjangkau, dan dikelola oleh Manajer Investasi profesional. Namun, masih banyak investor yang mengira keuntungan reksa dana hanya datang dari kenaikan nilai investasi.
|Baca juga: Mengenal RDPT, Reksa Dana Bergerak di Sektor Riil
Padahal, ada satu manfaat lain yang sering luput dibahas, yaitu PHI (Pembagian Hasil Investasi) atau yang kerap disebut sebagai dividen reksa dana.
Dikutip dari blog Samuel Aset Manajemen, disebutkan, tidak sedikit investor pemula yang masih bingung apa itu PHI, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa grafik reksa dana justru terlihat turun setelah dividen dibagikan. Artikel ini akan membahasnya secara lengkap dan sederhana.
Apa Itu PHI (Pembagian Hasil Investasi)?
PHI adalah pembagian keuntungan yang diberikan oleh reksa dana kepada para pemegang unit penyertaan. Keuntungan tersebut berasal dari hasil pengelolaan dana, antara lain:
- Bunga dari obligasi atau deposito
- Dividen saham
- Capital gain dari aktivitas jual beli efek
|Baca juga: Ingin Punya Kendaraan Impian? Kenali Dulu 4 Hal Penting Ini
Perlu dipahami bahwa PHI tidak bersifat wajib dan tidak dibagikan secara rutin. Pembagian PHI sepenuhnya bergantung pada kebijakan Manajer Investasi serta kinerja reksa dana itu sendiri.
Tidak semua reksa dana membagikan PHI. Biasanya, PHI lebih sering ditemukan pada:
- Reksa Dana Pasar Uang
- Reksa Dana Pendapatan Tetap
- Reksa Dana Saham dengan strategi dividen
Informasi mengenai potensi dan jadwal PHI dapat dilihat pada prospektus dan fund fact sheet masing-masing produk reksa dana.
Tanggal-Tanggal Penting dalam PHI Reksa Dana
Dalam pembagian PHI, terdapat beberapa tanggal penting yang menentukan siapa yang berhak menerima dividen dan kapan dividen tersebut dibayarkan.
- Cum Date adalah tanggal terakhir investor yang memiliki unit reksa danaberhak menerima PHI. Jika investor membeli atau masih memiliki unit hingga akhir cut off time transaksi pada tanggal cum date, maka investor tersebut tercatat sebagai penerima PHI.
Investor yang menjual unitnya sebelum atau pada cum date tetap berhak atas PHI. Sebaliknya, pembelian yang dilakukan setelah cum date tidak lagi berhak atas dividen yang akan dibagikan.
- Ex Date adalah tanggal pertama di mana reksa dana diperdagangkan tanpa hak PHI. Pada tanggal ini:
- Investor baru yang membeli unit tidak mendapatkan PHI
- NAB per unit biasanya turun sebesar nilai PHI yang dibagikan
Penurunan NAB ini bersifat teknis dan wajar, karena sebagian aset reksa dana telah dikeluarkan untuk pembagian PHI.
- Record Date adalah tanggal ketika Manajer Investasi melakukan pencatatan resmi pemegang unit pernyertaan yang berhak menerima PHI. Data ini umumnya mengacu pada kepemilikan unit di cum date dan digunakan sebagai dasar administrasi pembagian dividen.
- Payment Date adalah tanggal realisasi PHI, yaitu saat:
- PHI tunai ditransfer ke rekening investor, atau
- PHI dalam bentuk unit penyertaan dicatat dan masuk ke portofolio investor
Pada tanggal ini, investor sudah dapat melihat PHI di mutasi rekening atau laporan investasi. Kenapa penting untuk memahami tanggal-tanggal PHI? Karena ini akan membantu investor untuk tidak salah waktu membeli atau menjual reksa dana, atau tidak kaget melihat NAB turun setelah PHI dan investor dapat merencanakan cash flow atau reinvestasi dengan lebih tepat.
|Baca juga: 5 Persiapan yang Wajib Dilakukan saat Imlek
Dengan demikian investor dapat mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas dan terinformasi
Bentuk Pembagian PHI Reksa Dana
PHI pada reksa dana umumnya diberikan dalam dua bentuk:
1. Tunai (Cash Dividend): Investor menerima hasil investasi dalam bentuk uang tunai yang langsung masuk ke rekening.
2. Unit Penyertaan (Reinvestasi): PHI digunakan untuk membeli unit penyertaan tambahan, sehingga jumlah unit yang dimiliki investor bertambah.
Dampak PHI terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB)
Banyak investor kaget ketika melihat grafik atau NAB reksa dana turun tepat setelah pembagian PHI, lalu bertanya: “Apakah uang saya hilang?”
Jawabannya: tidak sama sekali.
PHI berasal dari aset reksa dana itu sendiri. Ketika reksa dana membagikan hasil investasi:
- Dana keluar dari portofolio reksa dana
- Total aset reksa dana berkurang
- NAB per unit ikut menyesuaikan
Analoginya seperti memindahkan uang dari satu kantong ke kantong lain. Misalnya, kamu memiliki Rp1.000.000 di dompet, lalu memindahkan Rp200.000 ke rekening digital. Total kekayaanmu tetap Rp1.000.000, hanya bentuk penyimpanannya yang berubah.
Karena itu, penurunan NAB setelah PHI adalah normal dan tidak berarti investor mengalami kerugian
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
