1
1

Jangan Hanya Sayang Pasangan, Sayang Keuangan Juga Tidak Kalah Penting!

Ilustrasi. | Foto: Asia Insurance Review

Media Asuransi, JAKARTA – Bulan kasih sayang identik dengan bunga, cokelat, dan rencana-rencana manis. Tapi, di balik pertukaran cinta dan kasih sayang tersebut, ada satu hal yang masih jarang dibahas.

Padahal, dampaknya bisa panjang kemana-mana: kesiapan finansial. Tanpa fondasi keuangan yang sehat, rasa sayang dan cinta akan lebih mudah goyah apabila keadaan darurat datang tiba-tiba.

Berdasarkan data OCBC Financial Fitness Index 2025, hanya 19 persen generasi muda yang punya dana darurat jika kehilangan pekerjaan. Sedihnya, angka ini turun enam persen dari tahun lalu di 25 persen. Ini menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia masih hidup dari gaji ke gaji, tanpa adanya safety net saat kondisi tak terduga terjadi.

Mengutip OCBC, Selasa, 17 Februari 2026, kondisi ini termasuk sakit, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendadak keluarga. Ketika darurat datang dan tabungan nihil, tekanan finansial bisa berubah bentuk menjadi tekanan emosional.

Sebenarnya, dana darurat bukan semerta-merta menumpuk uang lalu melupakannya. Kita harus mengetahui cara membuat uang bekerja untuk kita, bukan sebaliknya. Dengan perencanaan yang maksimal, dana darurat bisa disimpan di instrumen yang aman, mudah diakses, dan terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Data OCBC Finansial Fitness Index 2025 juga menunjukkan sebenarnya, 54 persen generasi muda sudah percaya perencanaan finansial adalah salah satu kunci sukses. Meskipun angka ini naik delapan persen dari tahun lalu, namun sayangnya keyakinan ini sering kali terhenti di niat saja. Realisasinya? Masih pending.

|Baca juga: APPARINDO Respons Positif Proyeksi OJK soal Pertumbuhan Aset Industri Asuransi 7% di 2026

|Baca juga: APPARINDO Perkuat Kepatuhan saat Aturan Industri Asuransi Kian Ketat

|Baca juga: APPARINDO Fokus Perkuat Riset dan Kolaborasi untuk Tingkatkan Peran Pialang Asuransi

Ada hal kecil yang mungkin tidak terlalu dianggap, padahal krusial: 77 persen masyarakat belum mencatat keuangan secara rutin. Tanpa pencatatan, uang terasa seperti hilang dibawa angin.

Ini bisa jadi salah satu alasan mengapa sulit memupuk kebiasaan menabung, karena tidak tahu kemana uang sebenarnya pergi. Padahal, dana darurat yang tidak segera terkumpul bukan berarti penghasilan yang kurang, tapi karena kurang sadar akan arus keuangan.

Di bulan kasih sayang ini, tunjukkan rasa peduli dan mulai realisasikan perencanaan finansial yang lebih baik dengan cara-cara yang lebih bermakna. Tidak hanya lewat hadiah, tapi juga lewat rencana keuangan yang terencana. Tidak perlu memberlakukan gaya hidup yang terlalu kaku untuk jaga keuangan agar tetap sehat.

Justru yang dibutuhkan adalah bagaimana cara menabung dengan praktis, relevan, dan fun agar tetap konsisten capai tujuan keuangan. Salah satu cara yang bisa kamu gunakan adalah dengan memanfaatkan aplikasi mobile banking.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Perketat Manajemen Risiko Trading Derivatif Crypto, Pintu Futures Sediakan 5 Fitur Unggulan
Next Post Ingin Punya Kendaraan Impian? Kenali Dulu 4 Hal Penting Ini

Member Login

or