Media Asuransi, JAKARTA – Penanaman pohon menjadi kebutuhan mendesak untuk memulihkan lingkungan di tengah meningkatnya emisi karbon, degradasi lahan, dan risiko bencana banjir dan abrasi. Sejak 1993, Pemerintah Indonesia menetapkan 10 Januari sebagai Hari Gerakan Satu Juta Pohon. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memperluas aksi nyata melalui program PNM Hijaukan Negeri.
Hingga Desember 2025, PNM telah menanam total 374.839 pohon yang berpotensi menyerap lebih dari 8.900 ton CO₂. Capaian ini kombinasi dari 287.761 pohon yang ditanam di 67 titik sepanjang 2024 serta 87.078 pohon tambahan selama 2025.
|Baca juga: PNM Beri Reward Jalan-jalan ke Hong Kong
Kegiatan penanaman dilaksanakan bersama masyarakat lokal dan nasabah PNM, menjadikannya sebagai gerakan kolektif yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Penanaman beragam jenis pohon konservasi dan produktif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas udara, memperbaiki ekosistem pesisir, serta menyediakan perlindungan alami dari banjir dan abrasi.
|Baca juga: Nasabah PNM di Wukirsari, Bantul Raih Penghargaan dari PBB
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian penting dari visi pemberdayaan PNM. “Kami meyakini bahwa pemberdayaan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Melalui PNM Hijaukan Negeri, kami ingin memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus bagi ekosistem yang menopang kehidupan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat, 9 Januari 2026.
Melalui kontribusi ini, PNM tidak hanya mendukung keberhasilan GNP-SMP dan peringati Hari Gerakan Satu Juta Pohon, tetapi juga berperan aktif dalam pencapaian Sustainability Development Goals (SDG) 13 (Aksi Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) untuk mendorong terciptanya bumi pertiwi yang lebih asri dan berkelanjutan.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
